XVIII.1. PENDAHULUAN
Pengaruh spiritual, emosi dan mental dalam mempertahankan tingkat kesehatan seseorang sangatlah tinggi. 90% dari kesehatan anda saat ini ditentukan oleh gabungan ketiganya sementara fisik hanya memberi pengaruh 10% saja. Kita sering bingung melihat seorang anak yang kurus dan sulit makan tetapi sangat enerjik. Pada saat yang sama seorang yang gemuk berisi tetapi kelihatan tidak punya semangat untuk hidup.
Dalam Sirah Nabawiyah tercatat bahwa perang pertama melawan kaum kafirin yang dikenal dengan perang Badar berhasil mengarahkan lebih dari 1000 pasukan terlatih kafirin sementara jumlah pasukan muslim saat itu hanya 313 orang saja. Dan yang lebih dahsyat adalah saat itu mereka sedang berpuasa Ramadhan.
Dunia kedokteran kontemporer saat ini telah sering mengalami kegagalan dalam merawat pasiennya untuk mencapai kesembuhan, faktor terbesar adalah karena 90% pendekatan yang mereka lakukan berorientasi pada fisik dan 10% saja untuk psikis, hal ini berlawanan dengan konsep perubatan jawi yang 90% untuk faktor psikis dan 10% faktor fisik.
Salah satu faktor yang menyebabkan sulitnya seorang pasien mencapai kesembuhan adalah karena pengaruh rekaman pola negatif di dalam memorinya. Rekaman negatif ini mempengaruhi spirit / daya juang, mental / sikap dan emosi pasien dalam menempuh proses penyembuhannya. Hal ini mengakibatkan obat yang dikonsumsi untuk penyembuhan fisik menjadi tidak berimbang dengan penyembuhan psikis. Rekaman pola negatif menjadi semakin kuat didalam memori ketika penyakit semakin berat dan tak kunjung sembuh dalam waktu yang lama.
Perubahan rekaman pola negatif menjadi pola positif merupakan tujuan utama dari terapi sugesti. Dengan perubahan ini sangat diyakini penyembuhan akan berjalan jauh lebih cepat dan pasien akan memperoleh kesembuhan yang hakiki.
XVIII.2. PENGERTIAN TERAPI SUGESTI
Dalam dunia pengobatan holistik, terapi sugesti dikenal dengan nama hypnotherapy, yaitu penggunaan metode hypnosis dalam proses penyembuhan. Metode ini merupakan seni komunikasi dalam mempengaruhi nilai-nilai yang terekam dalam memori manusia. Berdasarkan sejarahnya, metode hypnosis ini diteliti oleh Dr James Braid, Prof. Jean Martin Charcot dan Dr. Ivan Parlov. Istilah Hypnosis diperkenalkan oleh DR James Braid, pada tahun 1842, dengan mengacu kepada disiplin ilmu “neurypnology”. Hasil dari penelitian tersebut menarik perhatian Pierre Janet dan Sigmund Freud (1856-1939) untuk mengembangkan menjadi metodologi penyembuhan pada penyakit akibat psikis. Sigmund Freud merupakan salah satu tokoh yang banyak memberikan kontribusi dalam perawatan psikologis dengan pendekatan psikoanalisa. Dan kini terapi sugesti yang kita pelajari merupakan pengembangan terakhir hypnotherapy yang dikenal dengan Modern Hypnosis yang dikembangkan oleh para dokter dan psikiater seperti Dr. Milton Erickson (1901-1980), Dave Elman (1900-1967), Charles Tebbets dan Ormond McGill.
Hypnotherapy diakui oleh FDA (Federasi yang mensahkan setiap teknik penyembuhan yang dapat dipertanggungjawabkan sehingga dapat digunakan seorang dokter) pada tahun 1958 dan masuk ke dalam kurikulum Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada tahun 1975. Hypnotherapy merupakan disiplin ilmu yang dipelajari para dokter yang sedang mengambil spesialisasi psikiatri.
Konsep terapi sugesti dikembangkan berdasarkan bagaimana syaraf menerima respon dari luar maupun dalam, menganalisanya dan kemudian merekamnya menjadi sebuah nilai yang akan mempengaruhi penilaian terhadap respon setelahnya. Syaraf yang kita miliki mempunyai kemampuan luar biasa. Seluruh pancaindera yang kita gunakan dikoordinasikan oleh sistem syaraf. Bahkan bukan cuma aktivitas tubuh seperti melihat, mendengar, berbicara dan bergerak tetapi otak juga melakukan pekerjaan terhadap aktivitas tubuh yang tidak dapat kita kontrol langsung seperti kerja jantung, ginjal, paru-paru, hati dan banyak lagi. Secara filosofinya, otak bekerja terus menerus 24 jam sehari untuk melayani kita dalam melakukan apapun yang kita inginkan. Setiap aktivitas yang dilakukan oleh tubuh kita direkam dengan baik oleh sistem syaraf di dalam otak. Otak merupakan sistem syaraf terbesar. Aktivitas yang direkam tersebut terdiri dari aktivitas organ tubuh, visualisasi/pemikiran dan rangsangan dari luar tubuh.
Penelitian telah membuktikan bahwa rangsangan/kejadian dari luar tubuh dan visualisasi/pemikiran merekamkan nilai yang mempengaruhi kerja tubuh. Sebagai contoh, orang yang mendapatkan sebuah hadiah sehingga dia bahagia membuatnya sulit untuk sakit, akan tetapi rasa kecewa dan sedih karena kejadian buruk yang menimpanya akan membuatnya mudah sakit. Hal ini karena aktivitas organ dalam terpengaruh dari rekaman kejadian diluar tubuh. Bahkan yang luar biasa, dari hasil penelitian didapatkan visualisasi yang dilakukan seseorang akan direspon sama dengan kejadian sesungguhnya. Hal inilah yang menjadi dasar dari terapi sugesti. Teknik sugesti adalah seni komunikasi yang digunakan untuk merangsang pasien melakukan visualisasi pada pikirannya untuk menciptakan rekaman positif yang mendukung penyembuhan.
XVIII.3. SISTEM KERJA SYARAF
Secara anatomis, sistem syaraf terbagi atas otak besar, otak kecil, sumsum tulang belakang beserta jaringan syaraf seluruh tubuh. Otak besar bekerja sebagai pengolah sistem indera seperti penglihatan, pendengaran, rasa, pengecap dan masih banyak lagi. Serta juga berfungsi sebagai bank penyimpan data. Otak kecil bekerja mengatur gerak kerja otomatis atau yang dikenal gerak tubuh refleks. Sumsum tulang belakang beserta seluruh jaringan syaraf di seluruh tubuh berkoordinasi untuk memastikan tubuh kita bekerja dengan optimal.
Kenyataan yang luar biasa adalah ternyata sistem dalam tubuh kita tetap bekerja selama 24 jam bahkan ketika kita tidur. Rasa segar ketika bangun dari tidur menandakan tubuh kita bahkan sangat aktif bekerja ketika kita tidur yang berkualitas.
Secara fisiologis, sistem syaraf terbagi atas Otak Sadar (Consious) dan Otak Bawah Sadar (SubConsious). Otak sadar merupakan sistem kerja syaraf yang dilakukan dibawah pengendalian dari keinginan langsung (direct) kita. Sementara Otak Bawah Sadar merupakan sistem kerja syaraf yang bekerja tidak karena keinginan langsung (indirect) kita. Sebagai contoh: ketika kita sedang mendengarkan musik, kerja syaraf pendengaran merupakan keinginan langsung dari kita alias kerja Otak Sadar, akan tetapi gaya kita mendengarkan musik, misalnya sambil bergoyang-goyang, menghentak-hentakkan kaki dan bersiul merupakan sistem kerja syaraf tidak langsung alias Otak Bawah Sadar.
Secara psikologis, sistem kerja syaraf kita terbagi atas id, ego dan superego. Id mengontrol semua kerja mendasar dari tubuh kita untuk tetap mempertahankan kehidupan. Ego merupakan sistem syaraf yang bekerja untuk dapat menghasilkan proses dalam rangka merealisasikan setiap keinginan kita. Superego adalah sistem syaraf yang bekerja berdasarkan nilai-nilai yang terekam dalam memori kita.
Memahami kerja sistem syaraf dari ketiga sudut pandang ini merupakan syarat dasar untuk melakukan terapi sugesti. Hal ini dikarenakan setiap tindakan dan pikiran kita bekerja adalah hasil dari proses sistem syaraf yang kompleks berdasarkan ketiga tinjauan di atas.
Dalam setiap aktivitas kita, kerja sistem syaraf secara anatomis setiap orang sama, tetapi kerja sistem syaraf secara fisiologis dan psikologis berbeda. Secara fisiologis, peran Otak Sadar hanya 12% saja dan peran Otak Bawah Sadar 88%. Dengan kata lain, kemampuan kita yang sesungguhnya sebenarnya terletak pada Otak Bawah Sadar. Otak Bawah Sadar bekerja berdasarkan hasil dari rekaman pola-pola / nilai-nilai selama masa hidup kita. Dari sinilah akan muncul tindakan yang berbeda dari orang yang berbeda terhadap masalah yang sama, walaupun mekanisme sistem syarafnya secara anatomis adalah sama.
XVIII.4. OTAK SADAR DAN OTAK BAWAH SADAR
Walaupun memahami sistem syaraf secara psikologis menjadi dasar dalam teknik sugesti, tetapi dalam modul ini tidak akan dijelaskan karena sudah dijelaskan secara gamblang pada materi Psiko-Analisa (Tingkat V Ganjil). Modul ini lebih menekankan tentang kerja fisiologis antara Otak Sadar dan Otak Bawah Sadar.
Otak bawah sadar bekerja 24 jam sehari bahkan disaat kita tidur. Berikut ini adalah fungsi otak bawah sadar :
§ Pusat memori, emosi & syaraf otonom
§ Merekam seluruh peristiwa (dilihat, didengar, dirasa, dilakukan) dan pola reaksi kimia tubuh
§ Mengendalikan seluruh organ tubuh
§ Mengendalikan refleks Fight or Flight
§ Mengendalikan sikap, tingkah laku, kebiasaan, cara berpikir & cara bereaksi (mekanisme otomatis: ID, EGO dan SUPEREGO)
§ Melibatkan perasaan & bekerja hanya satu perasaan (negatif atau positif).
§ Merespon sama antara imajinasi & realita.
§ Memiliki filter Reticular Activiting System (RAS) terbuka pada : Gelombang Alpha, Keterlibatan emosi yang kuat dan pengulangan.
Dengan memperhatikan fungsi dari Otak Bawah Sadar, bayangkan yang terjadi jika Otak Bawah Sadar sempat tidak bekerja 1 menit saja.
Untuk dapat menjelaskan perbedaan yang signifikan antara Otak Sadar dan Otak Bawah Sadar dapat kita pelajari dari tabel berikut ini
| OTAK BAWAH SADAR | OTAK SADAR |
| 1. Bekerjanya tidak terbatas pada apa-apa yang disadari atau yang diperhatikan saja tetapi dapat mengerjakan berbagai aktivitas dan lintasan pikiran secara bersamaan. 2. Bekerjanya selalu melibatkan perasaan positif (tenang, nyaman, senang) dan negatif (tegang, tidak nyaman, tidak senang) yang berlangsung secara bergantian. 3. Tidak memfilter semua informasi yang masuk ke OBS. 4. Merekam seluruh informasi yang masuk baik dari luar OBS maupun dari dalam OBS dalam bentuk lintasan pikiran. 5. Mengendalikan dan merekam seluruh pola reaksi tubuh baik yang positif maupun negatif. | 1. Bekerjanya terbatas pada hal-hal yang menjadi pusat perhatian saja. 2. Bekerjanya sudah menggunakan logika atau rasional dan dalam waktu yang bersamaan dapat mengembangkan alternatif pilihan. 3. Memfilter semua informasi yang masuk dgn menggunakan logika tsb, bila logis diterima bila tak logis ditolak. 4. Tidak dapat merekam informasi, setelah dapat diterima secara logika akan diteruskan ke OBS untuk direkam/disimpan dalam pusat memori OBS. 5. Dengan menggunakan logika mengendalikan & menentukan berbagai pilihan dan keputusan. |
XVIII.5. HUBUNGAN OTAK BAWAH SADAR DENGAN KESEHATAN
Hubungan yang sangat kuat dari kerja Otak Bawah Sadar dengan kondisi kesehatan seseorang adalah karena setiap kejadian akan mengakibatkan munculnya lintasan pikiran yang melibatkan perasaan positif atau negatif dan lintasan pikiran cenderung negatif. Perasaan negatif akan bekerja di otak bawah sadar dan menekan organ terus menerus sampai diganti dengan perasaan positif.
Contoh pengalaman yang memberikan perasaan negatif : disakiti, dikecewakan, dimarahi, dihina, diremehkan, diperlakukan tidak adil, ditekan dll. Tanpa disadari perasaan negatif direkam di otak bawah sadar dan berpengaruh terhadap reaksi negatif dikemudian hari seperti : Pencemas, pemarah, penakut, tak percaya diri, menarik diri, sombong, perfeksionis dll. Meskipun sudah meraih kesuksesan dalam materi, karir, dan keluarga sulit merasakan ketenangan dan kebahagiaan.
Reaksi negatif di atas semakin menguatkan pola negatif di dalam otak bawah sadar dan akhirnya ini mempengaruhi organ tubuh secara fisik. Hal ini terjadi karena rekaman negatif ini diterima otak bawah sadar sebagai perintah kepada organ tubuh untuk menjadi seperti yang diasumsikan otak bawah sadar. Hal inilah yang sering terjadi pada penderita sakit kronis yang sudah menahun sehingga sulit mendapatkan kesembuhan.
Untuk dapat mencapai kesembuhan, bukan cuma dengan melakukan terapi nutrisi dan fisik karena pola sakit yang terekam dalam otak bawah sadar akan memberikan perintah ke organ untuk menekan proses penyembuhan. Cara paling efektif dengan mengubah pola sakit yang terekam dalam otak bawah sadar menjadi pola sehat. Disinilah terapi sugesti / hypnotherapy diperlukan.
Tabel berikut ini adalah nilai emosi yang akan tersimpan dalam otak bersamaan dengan kejadian yang dialaminya :
| PERASAAN NEGATIF | PERASAAN POSITIF |
| • Menyesal / Sedih • Khawatir / Cemas • Kecewa • Keraguan • Gelisah • Sombong • Mengeluh • Iri, Dengki • Tidak Percaya Diri • Pesimis / Putus Asa • Prasangka Buruk • Takut • Benci • Kesal, Jengkel • Cemburu • Merasa Memiliki • Merasa Kewajiban | • Mengambil Hikmah • Berserah Diri • Memaklumi, Puas • Kepastian • Ketenangan • Rendah Hati / Merasa Sama • Bersyukur • Meneladani, Memuji • Percaya Diri • Optimis • Prasangka Baik • Berani • Sayang • Kasihan • Mendukung • Merasa Titipan • Merasa Kebutuhan |
XVIII.6. BRAINWAVE
Kerja otak dapat diamati dengan menggunakan mesin Electro Encelo Graph (EEG). Dengan menggunakan EEG dapat dimonitor frekuensi gelombang elektromagnetik yang dikeluarkan otak. Secara umum frekuensi otak yang normal terbagi atas :
- Gelombang Alpha, memiliki frekuensi antara 7 s.d. 14 Hz. Gelombang biasa didapat ketika bangun dari tidur yang berkualitas. Pada gelombang ini seseorang akan merasa sangat segar dan nyaman. Seseorang yang mengalami kondisi otaknya gelombang alpha akan lebih sugestif dibandingkan gelombang Beta dan mampu mengerjakan satu pekerjaan saja sehingga sangat cocok dipakai ketika hendak mempelajari sesuatu.
- Gelombang Beta, memiliki frekuensi antara 14 s.d. 24 Hz. gelombang ini terjadi pada saat kita dalam melakukan berbagai aktivitas kehidupan. Dalam kondisi gelombang ini kita bisa mengerjakan 5 s.d. 9 pekerjaan sekaligus yang menunjukkan aktivitas Otak Sadar sangat optimal disaat ini dan sangat sulit untuk menerima sugesti. Dalam kondisi inilah aktivitas kita dapat dikerjakan secara optimal.
- Gelombang Delta, memiliki frekuensi antara 0,5 s.d. 3,5 Hz. gelombang ini terjadi saat kita sedang mengalami tidur yang berkualitas. Dalam kondisi ini menunjukkan aktivitas Otak Sadar benar-benar berhenti sehingga sangat tidak responsif dan sugestif.
- Gelombang Theta, memiliki frekuensi antara 3,5 s.d. 7 Hz. Gelombang ini terjadi saat kita mengalami mimpi. Bahkan sering sekali kita merasa mimpi itu benar-benar terjadi. Mimpi atau visualisasi yang terjadi pada saat ini akan memiliki dampak yang sama terhadap Otak Bawah Sadar bagaikan kejadian yang sesungguhnya. Disaat inilah seseorang sangat sugestif dan fokus mengerjakan hanya 1 pekerjaan saja.
XVIII.7. METODOLOGI TERAPI SUGESTI
Terapi sugesti merupakan metode memperbaiki pengaruh rekaman pola negatif dengan sebelumnya mengantarkan pasien memasuki gelombang Alpha. Terapi sugesti sangat mengandalkan seni komunikasi secara lingual karena pasien akan dibimbing melalui suara untuk lebih relaks yang merupakan pintu utama untuk menuju gelombang alpha.
Gelombang Alpha adalah state yang dituju karena pada saat itulah seseorang sangat sugestif sehingga sugesti yang diberikan akan mampu memperbaiki pola rekaman sebelumnya. Seseorang yang dalam state gelombang alpha ini dalam kondisi yang sadar secara penuh dan apabila menginginkan dapat mengembalikan dirinya ke keadaan semula. Kesadaran secara penuh ini merupakan sebuah persyaratan untuk dapat mengubah pola negatif yang terekam.
Secara umum proses terapi sugesti melewati tahap-tahap sebagai berikut :
Introduction
Induction
Post Hypnotic Suggestion
Termination
Post Hypnotic
masih 0 Tanggapan untuk
Posting Komentar
__::jangan lupa baca bismilah truz tinggalkan jejak yach::__
......boleh berkomentar bebas, tapi dilarang menyinggung orang lsen.......
<<<<<>>>>>>