A. DEFINISI
Kata akupuntur berasal dari bahasa Yunani yaitu ACUS yang berarti jarum dan PUNCTURA yang berarti menusuk.
B. EFEK KERJA AKUPUNTUR
Sistim akupuntur yang dikenal selama ribuan tahun di Cina adalah “ Sistim pengobatan dengan cara menusukkan jarum ditititk-titiik tertentu pada tubuh untuk memperolah efek kesembuhan dari suatu penyakit “. Pada zaman dahulu benda-benda yang digunakan untuk menusuk titik-titik tertentu pada tubuh, antara lain berasal dari tulang, kayu, batu, duri hewan atau tumbuh-tumbuhan . Saat ini benda tajam yang digunakan yang terbuat dari emas, perak, dan yang paling popular adalah jarum yang terbuat dari logam tahan karat (stainless steel ).
Alam memiliki kaidah-kaidah perilaku yang bersifat Teratur (regular), Berirama (rytmic), Berkala (perodik) dan berdaur ulang (recyclic), disingkat dengan TBBD. Apabila cara hidup manusia mengikuti pola TBBD maka manusia akan dalam keadaan sehat.
Pola TBBD dalam kaidah alam dapat dirasakan atau dilihat setiap hari saperti proses pagi, siang, sore dan malam kemudian berulang kembali kepagi dan seterusnya. Begitupun dengan proses yang terjadi pada organ didalam tubuh kita berlangsung secara TBBD, seperti proses aktivitas jantung terdiri systolic dan diastolic, demikian pula jalannya peredaran darah dari jantung kembali ke jantung. Apabila organ tubuh tersebut tidak berfungsi secara TBBD maka dapat dikatakan individu tersebut dalam keadaan sakit.
Efek kerja akupuntur dapat dibedakan menjadi 2 kelompok :
1. Perasaan Subyektif :
v Rasa nyeri
v Sensasi akupuntur, rasa berat dan rasa nyeri
2. Efek Fisiologis :
Setelah terapi penderita lebih mempunyai perasan senang, menghilangkan perasaan tegang dan takut serta efek pada metabolisme dalam jaringan otak
C. GAWAT DARURAT KARENA PENUSUKKAN JARUM
Penusukan jarum yang tidak tepat dan kurang hati-hati dapat menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan, misalnya shock jarum, jarum bengkok, jarum sukar dikeluarkan, jarum patah, penusukan terlalu dalam sehingga kena organ atau pembuluh daarah.
1. Shock Jarum, Penyebabnya shock jarum adalah :
v Badan penderita lemah
v Pendarahan berlebihan
v Perut kosong
v Posisi tusuk kurang tepat
v Tegang
v Diare
v Kekurangan Qi dan Darah
v Manipulasi jarum terlalu kuat
Gejala Shock Jarum
Pucat, Pusing, Ingin muntah, Dada sesak, Tangan dan Kaki dingin, Nadi lemah, Cepat dan tenggelam, Keluar keringat dingin, Bibir kebiruan, Lepas control BAB dan BAK.
Pencegahan :
Bila penderita yang lemah dan tegang, terutama yang pertama kali di akupunktur, perlu diberi penjelasan dahulu untuk meringankan atau menghilangkan rasa ketakutannya, dan memilih titik yang tepat dan sedikit serta memanipulasi jarum dengan ringan.
Terhadap penderita yang lapar dan terlalu lelah, sebaiknya dianjurkan makan dulu dan istirahat sejenak selanjutnya baru di akupuntur.
Seorang akupunturis harus berkonsentrasi penuh saat penusukan jarum (pernafasan ringan). Harus cermat mengamati perubahan wajah penderita dan selalu menanyakan apa yang dirasakannya, bila terdapat gejala shock jarum, harus segera ambil tindakan.
Cara mengatasi shock jarum :
v segera cabut semua jarum
v penderita dibaringkan dengan kepala lebih rendah
v pakaian dilonggarkan
v shock ringan, setelah istirahat sejenak beri air hangat atau teh manis
v shock berat, harus ditekan titik renzhong (GV26), Yongquan (KI 1) atau zhonchong (PC9), atau tusuk titik neiguan (PC6), Hegu (LI 4), Taichong (LR3) atau zusanli (ST 36), boleh juga dimoxa pada titik baihui (GV 20), Qihai (CV 6) atau (CV 4).
2. Jarum bengkok dan patah :
Jarum bengkok umumnya karena diwaktu penusukan jarum terlalu kuat, atau pada saat jarum sudah menancap dibadan penderita terlalu banyak gerak sehingga dapat merobah posisi jarum. Jarum patah pada umumnya karena kwalitas jarum kurang baik.
Pencegahan :
Harus rajin periksa jarum
Waktu penusukan jangan terlalu kuat tenaganya.
Jarum disisakan 0,2-0,3 inc dari permukaan kulit, sehingga kalau terjadi patah gampang untuk menjabutnya.
Hati-hati terhadap penderita yang biasa keram.
3. Melukai organ dalam :
Penusukan terlalu dalam disekitar dada, Punggung sehingga menimbulkan nyeri dada, sesak nafas, keringat dingin hingga shock
Penusukan mengenai otak dan sumsum tulang belakang, bila rangsangan terlalu kuat dapat menimbulkan kelumpuhan, bila terkena otak akan terjadi kematian (GV 16 Fengfu)
Penusukan mengenai organ dalam akan timbul pendarahan, bila kena hati atau limpa, perut akan terasa sakit atau otot perut kram. Kalau terkena pada ginjal, akan timbul rasa nyeri dipinggang dan kencing darah, daerah ginjal terasa sakit.
Pencegahan :
Daerah dada, pinggang, punggung atas, jangan ditusuk terlalu dalam, dan ransangan jarum jangan terlalu kuat.
Perhatikan penusukan jarum, bila jangan tinggalkan jarum pada titik yang berbahaya. ( mis; Fengfu (GV 16, Yamen (GV 17))
Dilarang menusuk daerah perut wanita hamil, dan titik Hegu (LI 4), sanyinjioa (SP 6) karena akan menimbulkan keguguran.
D. TEORI YIN YANG
Berdasarkan teori Yin Yang ini semua yang ada dalam alam semesta ini mempunyai 2 permukaan /unsur yang saling bertentangan satu sama lain, tetapi saling berhubungan. Aspek yang menunjukkan kuat, kasar, terang, siang, panas dan sebagainya disebut sebagai aspek “Yang” . Sedangkan aspek kebalikannya seperti lemah, halus, gelap disebut aspek “Yin”. Dasar untuk mempelajari Pengobatan Tradisional Tiongkok adalah teori Yin Yang, kemudian dikembangkan kedalam Teori Lima Unsur, Teori meridian dll. Teori Yin Yang inilah yang digunakan untuk menerangkan keadaan dan sifat perubahan alam dan isinya, misalnya tentang Manusia, tentang penyakit juga terbagi dalam teori Yin Yang. Jadi jelas bahwa semua yang terdapat dalam alam ini dapat digolongkan menjadi 2 golongan besar.
E. TEORI LIMA UNSUR
Lingkungan yang ada disekitar kita sangatlah berpengaruh seperti yang telah dijelaskan dalam teori Yin Yang, maka perubahan dalam tubuh manusia juga berhubungan dengan perubahan alam lingkungannya, dengan penggolongkan dalam 5 unsur dari keadaan dan tubuh manusia, maka dapat dijelaskan hubungan antara bagian dalam tubuh dan bagian luarnya.
Penggolongan 5 unsur juga didapat dari alam lingkungan dan manusia, masing-masing kelompok diberi simbul yang sesuai dengan sifat-sifat yang diwakilinya ( Kayu, Api, Tanah, Logam, Air ).
Kedalam kelompok tersebut dimasukan juga organ tubuh, jaringan, cairan, dan manifestasi kelainan fungsinya dan dihubungkan dengan keadaan alam sekitar . Hubungan antar organ tersebut sangat erat bisa saling menghidupi, saling mempengaruhi, saling membatasi fungsi bahkan bisa saling menghambat fungsinya
Jadi dalam melihat penyakit tidak hanya tertuju pada satu organ saja tapi dilihat saling keterkaitannya. Perlu diperiksa organ lain yang mempunyai hubungan dengan organ yang dinyatakan sakit.
Berikut adalah Bagan yang menggambarkan Hubungan 5 unsur.
Tabel Pergerakan Teori 5 Unsur
Pergerakan 5 unsur | Kayu | Api | Tanah | Logam | Air |
Organ padat | Hati | Jantung | Limpa | Paru | Ginjal |
Organ berongga | Kt. Empedu | Usus kecil | Lambung | Usus besar | Kt.kemih |
Panca indra | Mata | Lidah | mulut | hidung | Telinga |
Jaringan tubuh | Urat | Pemb darah | otot | Kulit, bulu badan | Tulang, rambut |
Warna | Hijau | Merah | kuning | Putih | Hitam |
Rasa | Asam | Pahit | manis | Pedas | Asin |
Udara | Angina | Panas | lembab | kering | Dingin |
Emosi | Marah | gembira | berfikir | khawatir | Takut |
Suara | menjerit | tertawa | menyanyi | menangis | Merintih |
Cairan | air mata | keringat | air liur, ludah | Ingus | cairan telinga |
F. MERIDIEN
Meridien adalah adalah jaringan atau jalinan sistim saluran akupunktur di dalam tubuh. Sistim Meridien merupakan saluran yang dilalui sistim organ, jaringan penunjang, panca indra, dan bagian-bagian tubuh lainnya, yang membantuk satu kesatuan yang utuh didalam tubuh. Ada tiga macam titik yang dapat dilakukan penusukan, yaitu :
a. Titik Meridien umum
b. Titik – titik Istimewa
c. Titik nyeri (ah point), titik lokasi yang terasa nyeri
Ada 14 titik Meridien utama yang menjalin seluruh bagian tubuh , terdiri dari 12 Meridien Umum dan 2 Meridien Istimewa (lihat modul XIII, Bab Meridien ), yaitu :
1. Meridien Paru-paru ( LU ), 11 titik
2. Meridien Usus Besar ( LI ), 20 titik
3. Meridien Lambung ( ST ), 45 titik
4. Meridien Limpa ( SP ), 21 titik
5. Meridien Jantung ( HT ), 9 titik
6. Meridien Usus Kecil ( SI ), 19 titik
7. Meridien Kandung Kemih ( BL ), 67 titik
8. Meridien Ginjal ( KI ), 27 titik
9. Meridien Selaput Jantung ( SJ/HC ), 9 titik
10. Meridien Tri Pemanas ( TH ), 23 titik
11. MeridienKandung Empedu ( GB ), 44 titik
12. Meridien Hati ( LV ) ,14 titik
13. Meridien Konsepsi ( CV ),27 titik
14. Meridien Gubernur ( GV ) ,28 titik
Titik-titik Istimewa
Titik-titik istimewa terletak diluar meridian, tetapi mempunyai nama dan khasiat tertentu.
1. YINTANG
Lokasi : diantara 2 alis
Indikasi : Sakit kepala bagian depan, pusing, penyakit hidung, penyakit mata, darah tinggi
2. TAYANG
Lokasi : Pada pertemuan perpanjangan ujung alis dan sudut mata sebelah luar
Indikasi : Sakit kepala sebelah, sakit mata, pusing
3. YUYAO
Lokasi : Ditengah-tengah alis mata
Indikasi : Penyakit mata, mata bengkak,sakit kepala sebelah
4. HEDING
Lokasi : Diatas lutut
Indikasi: Sakit lutut, anggota gerak bawah lemah
5. LAN WEI
Lokasi : 2 cun dibawah titik lambung 36 ( ST 36)
Indikasi :Usus buntu
6. PAFUNG
Lokasi : Di selas-sela jari kaki kiri kanan 8 titik
Indikasi : Beri-beri, bengkak pada punggung kaki
7. CHI YEN
Lokasi : Pada lekukan samping lutut
Indikasi : Beri-beri, lutut sakit/ dingin, lumpuh
G. PENGGOLONGAN SINDROM
Sindrom adalah tanda-tanda somatic yang secara jelas merefleksikan perubahan gejala kondisi pasien. Terapi biasanya disiapkan untuk beberapa periode, bias beberapa minggu sampai beberapa bulan. Selma waktu itu pasien harus mengunjungi akupunturis secara periodik. Disini secara hati-hati pasien dimonitor dari gejala yang ditunjukkan dari delapan sindrom utama. Delapan sindrom utam memudahkan akupunturis untuk memilih secara tepat terapi yang dijalankan sejalan dengan bekerjanya mekanisme penyembuhan internal tubuh. Ke delapan sindrom itu adalah :
1. Yin dan Yang
Seperti dijelaskan di atas, duah hal ini merupakan yang terutama dalam delapan sindrom dan merupakan tanda-tanda penting dalam diagnosis dan perawatan penyakit. Kenyataaannya, enam faktor lainnya lebih merupakan aspke spesifik simptologi Yin dan Yang. Semua organ dan energi vital yang dipengaruhi penyakit dan gejalanya mula-mula dibagi ke dalam Yin dan Yang. Sebagai contoh: suhu tubuh tinggi, sembelit, keringat berlebihan dan tekanan darah tinggi. Semuanya merupakan sindrom umum penyakit Yang. Sedangkan kedinginan, diare, pucat pasi, kelelahan kronis, kelemahan dan ketidak sukaan pada dingin mengindikasikan kondisi Yin secara mendasar. Gejala Yang disembuhkan dengan sistem terapis Yin sementara gejalan Yin disembuhkan dengan sistem terapis Yang.
2. Dalam (Yin) dan Luar (Yang)
Tanda-tanda ini menginformasikan pada praktisi tempat penyakit berada dan kearah mana gejalanya bergerak juga seberapa parah kondisi pasien nantinya. Jika gejala penyakit bergerak ke dalam menuju organ, kelenjar dan tulang itu mengindikasikan bahwa penyakit bertambah parah. Ketika kondisi membaik, gejala penyakit umumnya akan bergerak menuju permukaan kulit (ke luar) dan menghilang yang merupakan indikasi jelas bahwa terapi pengobatan berhasil.
3. Dingin (Yin) dan Panas (Yang)
Dingin dan panas mengindikasikan sifat dasar penyakit, ditunjukkan dengan perubahan gejala energi yang menyimpang seperti suhu tubuh tinggi dan rendah, kulit memerah atau pucat pasi, urin berwarna cerah atau gelap, sukar atau mudah buang air besar dan seterusnya.
4. Kurang (Yin) dan Lebih (Yang)
Sindrom ini menjadi pedoman untuk mengetahui kondisi Qi jahat dan Qi baik. Qi jahat berkelimpahan berarti lebih dan Qi baik lemah berarti kurang. Sindrom kurang biasanya ditandai dengan kekurangan Qi dan darah, badan lesu, gemetar, kehilangan berat badan. Sindrom lebih biasanya ditandai dengan gejala-gejala seperti bernapas dengan cepat, mudah marah, susah berkeringat, susah buang air besar.
H. JENIS PERANGSANGAN DAN PENUSUKAN
1. TEKNIK PELEMAHAN DAN PENGUATAN
NO | DASAR TEKNIK | PENGUATAN | PELEMAHAN |
1 | KECEPATAN MASUK DAN KELUAR | Masuk perlahan keluar cepat | Masuk cepat keluar perlahan |
2 | ARAH MERIDIEN | Searah Meridien | Berlawanan Meridien |
3 | MEMBUKA DAN MENUTUP | Bekas penusukan langsung ditekan | Bekas tusukan dibiarkan |
4 | EXPIRASI DAN INSPIRASI | Ekspirasi | Inspirasi |
5 | LAMA JARUM DITINGGAL | Jarum cepat dicabut saat ci didapat | Jarum ditinggal meski ci sudah didapat |
2. 5 CARA PENUSUKAN
NO | PENUSUKAN | CARA | KEGUNAAN |
1 | Setengah | Dangkal dan cepat | Merangsang Ci kulit/Paru |
2 | Bercak tutul | Dalam mengenai pembuluh darah | Merangsang jantung |
3 | Kuan | Ditusuk sekitar alat sendi gerak | Merangsang tendon/Hati |
4 | Heku | Dalam pada pertemuan otot | Merangsang limpa |
5 | Su | Tegak lurus hingga tulang | Merangsang ginjal/Tulang |
3. JENIS PERANGSANGAN
NO | JENIS PERA-NGSANGAN | KEGUNAAN | TITIK AKUPUNTUR | SISTIM |
1 | Pengeluaran keringat | Sindrom luar & penyakit dgn penmpungan cairandlm tubuh | TH5, BL 12, LI 11, LI 4, GV 14 | Pelemahan |
2 | Pencaharan | Sindrom panas dalam & penyakit dgn konstipasi | ST 25, CV 6, TH6, ST36 | Pelemahan |
3 | Perangsangan muntah | Penumpukan reak, penum-pukan makanan dalm lambung | HC6, CV22, CV12 | Pelemahan |
4 | Perataan | Mengatur Ci Sie dan mera-takan keadaan yang bergejolak | ST36, LV3, HC6 | Pelemahan |
5 | Penghangatan | Sindrom dingin | ST36, GV3, GV4, CV6 | Pelemahan |
6 | Perjernihan | Sindrom panas dan menjer-nihkan Ci Sie dari penyakit | LV2, LI11,BL 54, LU5, GV20, GB20 | Pelemahan |
7 | Penguatan | Sindrom Si | ST 36, GV 14, CV4, CV 12 | Pelemahan |
8 | Pelemahan | Sindrom Se | ST 36, GV 14, CV4, CV 12, ST 40 (RIAK), CV 9 (CAIRAN PERUT) | Pelemahan |
masih 0 Tanggapan untuk
Posting Komentar
__::jangan lupa baca bismilah truz tinggalkan jejak yach::__
......boleh berkomentar bebas, tapi dilarang menyinggung orang lsen.......
<<<<<>>>>>>