P U L A I
Alstonia scholaris R.Br
KLASIFIKASI:
Pule disebut Alstonia scholaris R Br, termasuk ke dalam famili tumbuhan Apocynaceae.
Tanaman ini dikenal dengan naman daerah pule,
lame, polay, hanjalutung, kayu skala, rita atai lita-lita
Pule disebut Alstonia scholaris R Br, termasuk ke dalam famili tumbuhan Apocynaceae.
Tanaman ini dikenal dengan naman daerah pule,
lame, polay, hanjalutung, kayu skala, rita atai lita-lita
SIFAT KIMIAWI:
Tumbuhan ini kaya dengan kandungan kimia, yang sudah diketahui antara lain:
Kulit batang: saponin, flavonoida dan polifenol. Alkaloid :
ditamine (C18H19NO3), ditaine (echititamine), echi-kaoetchine. Zat pahit: echeretine, echicherine.
Tumbuhan ini kaya dengan kandungan kimia, yang sudah diketahui antara lain:
Kulit batang: saponin, flavonoida dan polifenol. Alkaloid :
ditamine (C18H19NO3), ditaine (echititamine), echi-kaoetchine. Zat pahit: echeretine, echicherine.
EFEK FARMAKOLOGIS:
Dalam farmakologi Cina dan pengobatan tradisionallain disebutkan bahwa tanaman ini memiliki sifat;
pahit, antipiretik, anti malaria, anti demam, antihipertensi/
antiandenergik, melancarkan saluran darah.
Dalam farmakologi Cina dan pengobatan tradisionallain disebutkan bahwa tanaman ini memiliki sifat;
pahit, antipiretik, anti malaria, anti demam, antihipertensi/
antiandenergik, melancarkan saluran darah.
UJI KLINIS/ UJI PRA KLINIS.
1. Uji pra klinis pulai dilakukan di Departement of Pharmacy, King’s collage London, UK,
terhadap 2 macam cell line kanker paru manusia MOR-P (adenocarcinoma)
dan COR-L23 (large cell carcinoma).
Ternyata efek sitotoksik terhadap kedua cell line tersebut terdapat pada pule
berupa alkaloid indole yang terdiri dari talcarpine, villalstonine, pleiocarpamine dan macralstonine.
terhadap 2 macam cell line kanker paru manusia MOR-P (adenocarcinoma)
dan COR-L23 (large cell carcinoma).
Ternyata efek sitotoksik terhadap kedua cell line tersebut terdapat pada pule
berupa alkaloid indole yang terdiri dari talcarpine, villalstonine, pleiocarpamine dan macralstonine.
BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN:
Efek farmakologi ini diperoleh dari penggunaan kulit batang, daun dan getah.
Efek farmakologi ini diperoleh dari penggunaan kulit batang, daun dan getah.
PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANNYA
Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat
pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah
tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :
pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah
tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :
1.Demam.
10 gram kulit batang dicuci dan direbus dengan 1 gelas air selama 15 menit.
Hasil rebusan diminum sekaligus.
10 gram kulit batang dicuci dan direbus dengan 1 gelas air selama 15 menit.
Hasil rebusan diminum sekaligus.
2.Hipertensi.
10 gr kulit batang dicuci dan direbus dengan 3 gelas air sisakan sampai 2 gelas.
Hasil rebusan diminum sekaligus.
10 gr kulit batang dicuci dan direbus dengan 3 gelas air sisakan sampai 2 gelas.
Hasil rebusan diminum sekaligus.
3.Nyeri (disisi dada, atau karena tusukan)
Akar dikunyah dengan pinang, dibuang ampasnya.
Akar dikunyah dengan pinang, dibuang ampasnya.
4.Tonikum, ekspektorant, perut kembung, ginjal membesar, demam nifas, hemorhoid, sakit kepala.
Digunakan getah, dicampur
bahan lain.
Digunakan getah, dicampur
bahan lain.
5.Koreng kotor, cacing keremi, bisul, koreng dan borok hewan.
Digunakan getah,dicampur bahan lain.
Digunakan getah,dicampur bahan lain.
6.Sifilis, beri-beri, sakit usus, cacing, desentri, diabetes, dan malaria.
Digunakan daun, umumnya direbus dan ditambah bahan lain, minum.
Terima kasih kawand sudah membaca...!!
pulai
dan sempatkan untuk membaca yang lainnya ya kawand..!!!!
masih 0 Tanggapan untuk pulai
Posting Komentar
__::jangan lupa baca bismilah truz tinggalkan jejak yach::__
......boleh berkomentar bebas, tapi dilarang menyinggung orang lsen.......
<<<<<>>>>>>