Banyak cara yang diajarkan agama Islam dalam berbagai sendi kehidupan termasuk dalam pengobatan. Bahkan sejak dulu banyak ilmuwan barat yang mempelajari kitab Alqur’an untuk menggali berbagai ilmu pengetahuan yang terkandung di dalamnya. Bahkan banyak cara pengobatan yang terdapat di Alqur’an sudah banyak dipraktekkan orang-orang non muslim, salah satunya adalah Bekam (Hijamah) yang sudah banyak dikembangkan di negeri China.
Sementara umat Islam yang justru sehari-hari membaca Alqur’an belum banyak yang mau mengamalkan dan selalu tertinggal dengan orang-orang non muslim yang justru menggali isi Alqu’an yang terus dikembangkan sebagai dasar penelitian untuk dimanfaatkan sebagai ilmu pengetahuan umum.
Ada empat pendekatan yang dilakukan dalam pengobatan oleh Nabi Muhammad SAW, yakni segi fisik, spiritual, emosional, dan mental. Dalam pengobatan nabawi, yang disembuhkan bukan hanya fisik saja, melainkan juga ruhnya, yang mencakup emosi, mental, dan spiritual. Ketiga unsur itu saling berkait, dan pengobatan nabawi mencakup seluruhnya (secara holistik).
Kesembuhan suatu penyakit tidak saja ditentukan oleh obat yang dikonsumsi, tetapi juga keyakinan pasien akan kesembuhan dari sakitnya. Maka, Nabi selalu memberikan pengharapan besar kepada si sakit dengan mengatakan setiap penyakit pasti ada obatnya. Tujuannya agar pasien tidak stres, yang akibatnya justru mempersulit penyembuhan penyakit yang dideritanya, bahkan malah sebaliknya penyakitnya bertambah parah.
Selain itu tidak menggunakan obat-obat kimiawi. Sebab obat-obat kimiawi selalu memiliki efek samping, entah kecil atau besar. Pengobatan nabawi menggunakan obat-obat alami, yaitu tumbuhan yang mengandung satu atau lebih bahan aktif yang bisa dipergunakan untuk terapi. Di Indonesia banyak tumbuhan yang bisa dipergunakan untuk pengobatan. Bahkan, kadangkala ada di depan mata, tetapi tidak digunakan karena tidak mengetahui kemanfaatannya.
Banyak metode pengobatan Nabi yang bisa dikembangkan dan dipraktikkan. Antara lain bekam (al-hijamah) untuk membuang darah kotor yang menyebabkan timbulnya berbagai penyakit, pembuangan racun dalam tubuh yang menjadi sumber berbagai penyakit, pelurusan tulang belakang sehingga gangguan kesehatan bisa diminimalkan, pembersihan dan penyeimbang suhu/udara dalam tubuh agar terjadi harmonisasi yang menyebabkan seseorang bisa hidup sehat.
Metodo pengobatan nabawi yang kini sudah dikembangkan sesuai dengan kemajuan teknologi. Sebagai contoh bekam, saat ini tidak lagi menggunakan tanduk, gelas kaca, atau mangkuk tinggi seperti zaman Nabi. Kini menggunakan vakum modern, berteknologi tinggi, dan diakui para dokter di rumah sakit.
Dalam agama Islam yang diajarkan Nabi Muhammmad SAW, ada tiga metode pengobatan yaitu Ilahiyah dengan memanjatkan do’a kepada Allah SWT untuk memohon kesembuhan, mengingat semua datangnya penyakit dan kesembuhan semata-mata memang karena Allah SWT. Kedua melalui Ilmiah yaitu berdasarkan pengetahuan kedokteran termasuk salah satunya melalui metode Bekam (Hijamah) dan ketiga dengan metode Alamiah yaitu menggunakan Herbal sebagai pengobatan.
1. Pengobatan Ilahiyah Melalui Do’a
Berdo’a kepada Allah SWT harus menjadi kebiasaan bagi umat Islam, baik saat mendapat musibah atau mengharap sesuatu yang diinginkan, mengingat semua yang terjadi di dunia ini semata-mata karena Allah SWT.
Pada kondisi sakit biasanya manusia sering kehilangan kepercayaan, sehingga mudah diombang-ambingkan bahkan untuk mendapatkan obat tidak lagi mempertimbangkan mana yang halal dan haram, sering mereka dalam berobat akhirnya terjebak pada kemusrikan. Kondisi ini yang lebih parah karena hanya masalah sakit (duniawi) justru kehilangan keimanan yang dapat membawa kesengsaraan yang kekal di akhirat nanti.
Dalam kondisi apapun termasuk dalam keadaan sakit, tidak ada lain yang dapat dijadikan tempat memohon selain hanya kepada Allah SWT. Untuk itu tatkala mendapat cobaan berupa sakit apapun berdo’alah kepada Allah SWT, niscaya Allah SWT akan memberikan kesembuhan. Sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW baik dalam mengobati para umatnya yang sakit atau saat dirinya sendiri mengalami gangguan penyakit selalu berdo’a kepada Allah SWT.
Salah satu do’a yang sering diucapkan nabi diantaranya :
(buku Meraih kesembuhan, halaman 17)
”Dengan menyebut nama Allah, ya Allah obatilah penyakitku dengan obat-Mu, sembuhkanlah aku dengan kesembuhan dari-Mu, cukupkanlah aku dengan karunia-Mu saja sehingga aku aku tidak membutuhkan karunia dari selain-Mu, dan hilangkanlah dariku penyakit yang berasal dari-Mu.” (HR. Tabarani).
Nabi Muhammad SAW sebagai Rasul yang diperintahkan oleh Allah untuk menyampaikan wahyu kepada umat-Nya tidak lepas tingkah lakunya dari Al Qur’an karena beliau dijadikan sebagai suri tauladan yang baik untuk semua manusia.
Sebagaimana firman Allah :“ Sesungguhnya pada diri Rasul itu ada terdapat suri tauladan yang baik untuk kamu ,bagi orang-orang yang mengharapkan Rahmat di hari kemudian dan yang banyak yang menyembah Allah “ ( Al Ahzab : 21) . Bahkan kata Imam Ali :“ Sesungguhnya semua tingkah laku Nabi Muhammad SAW adalah Al Qur’an ”.
a. Cara Pengobatan Dengan Do’a
Pengobatan melalui do’a (Ruqya) merupakan salah satu cara yang diajarkan Nabi Muhammad SAW. Ruqyah merupakan salah satu cara pengobatan yang pernah diajarkan Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammmad SAW. Ketika Rasullullah sakit maka datang Malaikat Jibril mendekati tubuh beliau yang sangat indah kemudian Jibril membacakan salah satu doa sambil ditiupkan ketubuh Nabi, dengan ijin Allah SWT, seketika itu Beliau sembuh, inilah doanya “ Bismillahi arqiika minkulli syai-in yu’dziika minsyarri kulli nafsin au-ainiasadin Allaahu yasyfiika bismillahi arqiika ”. Ada tiga cara yang dilakukan Nabi dalam Ruqyah:
a.1. Nafats.
Nafats yaitu membaca ayat Al Qur’an atau doa kemudian ditiupkan pada kedua telapak tangan kemudian diusapkan keseluruh badan pasien yang sakit. Dalam satu riwayat bahwasanya Nabi Muhammmad SAW apabila beliau sakit maka membaca “Al-muawwidzat” yaitu tiga surat Al Qur’an yang diawali dengan kata “ A’udzu ” Yaitu : surat An Nas, Al Falaq dan Al Ikhlas kemudian ditiupkan pada dua telapak tangannya lalu diusapkan keseluruh badan.
a.2. Menempelkan Air liur pada Tangan Kanan.
Di riwayatkan oleh Bukhari-Muslim : Bahwasanya Nabi Muhammad SAW apabila ada manusia tergores kemudian luka ,maka beliau membaca doa kemudian air liurnya ditempelkan pada tangan kanannya, lalu diusapkan pada luka orang itu.Inilah doanya. ”Allahumma robbinas adzabilbas isyfi antasy syafillaa syifa sillasyifa uka laa yugodiru saqoman”.
a.3. Meletakkan Tangan pada Anggota Badan.
Nabi Muhammad SAW pernah memerintahkan Utsman bin Abil Ash yang sedang sakit dengan sabdanya: “ Letakkanlah tanganmu pada anggota badan yang sakit kemudian bacalah “Basmalah 3x dan A’udzu bi-izzatillah waqudrotihi minsyarrima ajidu wa uhajiru 7x”
b. Syarat Berdo’a Agar Dikabulkan
Dalam berdo’a tentu ada tatacaranya, sehingga apa yang diminta cepat atau lambat akan dikabulkan.. Beberapa yang menjadi syarat saat melakukan do’a :
1. Hanya Kepada Allah
Dalam berdo’a harus murni dan tulus hanya kepada Allah, tidak boleh menyekutukan-Nya dengan mahluk lain, atau menggunakan hal-hal yang dapat menimbulkan kemusrikan. Terkadang banyak yang salah menafsirkanya sehingga melakukan do’a memang kepada Allah namun caranya yang salah, karena menggunakan perantara atau cara-cara yang menyesatkan dan boleh dibilang musrik.
2. Harus Suci
Saat berdo’a harus dalam keadaan suci, sebelumnya berwudlu terlebih dahulu. Lebih baik lagi jika setelah wudlu lalu sholat sunah dua rekaat baru berdo’a. Insya Allah cepat atau lambat Allah akan mengkabulkan do’a mereka.
3. Menghadap Kiblat
Hendaknya setiap berdo’a menghadap kiblat, karena kiblat merupakan arah untuk orang-orang yang beribadah kepada Allah SWT. Cara ini senantiasa dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW ketika memanjatkan do’a termasuk menjelang perang Badar, Beliau meminta agar diberikan kemenangan atas orang-orang kafir Quraisy.
4. Menengadahkan Kedua Tangan
Mengangkat tangan dengan menengadah (membuka) kedua telapak tangan hingga setinggi dada dalam berdo’a merupakan cara yang diajarkan Nabi Muhammad SAW. Sebagaimana sabda Rasulullah : ”Sesunggunya Allah adalah zat yang maha pengasih dan mulia, Dia merasa malu kepada hamba-Nya yang berdo’a kepada-Nya dengan mengangkat kedua tanganya, jika Dia tidak memberikan kebaikan kepada hamba-Nya yang berdo’a itu,” (HR. Hakim)
5. Awali Dengan Pujian
Sebelum berdo’a sebaiknya membaca basmallah dan memanjatkan puji-pujian kepada Allah SWT serta sholawat dan salam kepada Rasulullah Muhammad SAW. Selain itu juga perlu membaca istigfar sebanyak mungkin, sebagai pengakuan atas kesalahan yang diperbuat selama ini.
6. Menjauhkan Perkara Haram.
Mensucikan diri sangat penting dan dalam hidup ini harus berhati-hati, sehingga apa yang kita makan, minum serta pakaian yang kita gunakan sehari-hari benar-benar berasal dari rizki yang halal. Tentu jika diri kita selalu dalam kondisi suci tidak ada barang haram yang menempel, ketika berdo’a akan lebih cepat dikabulkan.
7. Beramal Shalih
Bagi mereka yang do’anya ingin dikabulkan, sebaiknya sebelumnya memperbanyak amal shalih. Tentu saja amal shalih yang dilakukan berdasarkan kemampuan. Jika memang mampunya besar harus beramal shalih yang besar dan sebaliknya, namun jangan sampai yang sebenarnya kemampuanya besar namun hanya melakukan amal shalih sangat sedikit sekali.
8. Ikhlas
Dalam memanjatkan do”a kepada Allah SWT, hati harus benar-benar ikhlas. Maksudnya kita hanya meminta untuk dikabulkan atau tidak kita harus bisa menerima, jika do’a yang kita panjatkan dikabulkan harus disyukuri, namun jika belum dikabulkan kita harus bersabar dan terus memohon kepada-Nya.
c. Waktu Yang Tepat Untuk Berdo’a
Allah telah meluangkan waktu tertentu kepada hamba-hambaNya yang hendak memanjatkan do’a kepada-Nya, sehingga do’a-do’a mereka cepat dikabulkan. Bahwa pada waktu yang dinilai baik untuk berdo’a, Allah akan melipat gandakan pahalanya. Beberapa waktu yang tepat untuk berdo’a adalah :
1. Malam Jum’at
Hari Jum’at merupakan hari paling mulia di mata Allah dibanding hari-hari lainya, untuk itu bagi yang mau pada malam hari Jum’at dan Siang harinya niscaya do’anya akan dikabulkan. Sesui dengan sabda Rasulullah SAW : ”Sebaik-baik hari yang ada di dunia adalah hari Jum’at, pada hari itulah Adam diciptakan dan dimasukkan ke dalam surga serta dikeluarkan dari surga” (HR. Muslim, Tirmidzi, Ahmad, dan Nasa’i).
2. Tengah Malam
Menurut Rasulullah SAW kreteria do’a yang paling utama adalah do’a yang dipanjatkan pada tengah malam dan setiap selesai sholat. Memang waktu tengah malam ini terasa berat untuk bangun, karena memang sedang enak-enaknya tidur. Do’a tengah malam sebaiknya juga diawali dengan sholat tahajut dan sholat hajat.
3. Saat Adzan dan Iqomah
Saat adzan dan iqomah dikumandangkan merupakan waktu yang tepat untuk memohon kepada Allah, bahkan Rasulullah SAW bersabda : ”Dua waktu yang tidak akan ditolak jika seseorang berdo’a kepada Allah SWT, yaitu ketika dikumandangkan adzan dan terjadi peperangan,” (HR. Ibnu Hibban dan Hakim). Dan hadist lain menyebutkan ”Ketika Iqomah dikumandangkan, pintu-pintu langit dibuka dan do’a dikabulkan,” (HR. Hakim).
4. Ketika Perang.
Sebagaimana hadist di atas, bahwa do’a yang tidak akan ditolak Allah SWT adalah saat terjadi peperangan dalam arti perang untuk jihad di jalan Allah.
5. Seusai Sholat Fardhu.
Setiap selesai sholat fardhu 5 waktu merupakan waktu yang tepat untuk memanjatkan do’a kepada Allah. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, ”Do’a yang paling didengar oleh Allah adalah yang dipanjatkan pada tengah malam dan pada setiap selesai sholat fardhu,” (HR. Tirmidzi)
6. Pada Bulan Ramadhan dan malam lailatul Qadar
Bulan Ramadhan merupakan bulan yang paling mulia diantara bulan-bulan yang ada, apalagi di bulan Ramadhan terdapat malam Lailatul Qadar yang lebih baik dari 1000 bulan. Malam ini terjadi pada 10 hari terakhir di bulan Ramadhan.
7. Pada hari Arafah
Selain yang menunaikan haji, hari Arafah merupakan hari yang baik, dan bagi yang berpuasa pada hari Arafah akan dihapus dosanya selama 2 bulan. Tentu pada hari ini amat tepat dijadikan waktu berdo’a agar cepat dikabulkan.
2. Pengobatan Ilmiah Melalui Hijamah
Hijamah atau merupakan salah satu warisan pengobatan Islami yang telah lama di kenal orang sejak ratusan tahun silam. Adapun fungsi atau ke gunaan dari bekam adalah mengeluarkan darah kotor atau mengeluarkan angin dari dalam tubuh.
Bekam pada dasarnya telah banyak di kenal di berbagai daerah di tanah air, namun orang menyebutnya dengan berbagai macam nama tergantung dari daerahnya, dengan menggunakan berbagai alat yang berbeda.
Bekam terbagi dalam 2 macam yaitu pembekaman dengan atau tanpa mengeluarkan darah. Namun kebanyakan orang masih kurang paham akan apa itu Bekam.
Perkataan “Al Hijamah” berasal dari istilah Bahasa Arab yang berarti “pelepasan darah kotor” dan bukan “Al Fashd” (pembuang darah). atau dalam bahasa Inggris disebut dengan “Cupping”. dan dalam bahasa melayu dikenal dengan istilah “Bekam”. Di Indonesia kita kenal denan istilah Kop atau Cantuk.
Bekam merupakan suatu teknik pengobatan Sunnah Rasulullah Saw yang telah lama dipraktekkan oleh manusia sejak zaman dahulu kala, kini pengobatan ini dimodernkan dan mengikuti kaidah – kaidah ilmiah, dengan menggunakan suatu alat yang praktis dan efektif sera tanpa efek samping.
Teknik pengobatan bekam adalah suatu proses membuang darah kotor (toksid-racun yang berbahaya dari dalam tubuh, melalui permukaan kulit. Toksid / toksin adalah endapan racun / zat kimia yang tidak dapat diuraikan oleh tubuh kita. Toksin ini berada pada hampir setiap orang. Toksin – toksin ini berasal dari pencemaran udara, maupun dari makanan yang banyak mengandung zat pewarna, zat pengembang, penyedap rasa, pemanis, pestisida sayuran dll.
Kulit adalah organ yang terbesar dalam tubuh manusia, karena itu banyak toksid / racun berkumpul disana. Dengan berbekam dapat membersihkan darah yang mengalir dalam tubuh manusia. Inilah salah satu DETOKSIFIKASI (proses pengeluaran toksid / racun) yang sangat berkesan / mujarab serta tiada efek samping. Berbekam sangat berkesan untuk melegakan atau menghapuskan kesakitan, memulihkan fungsi tubuh / badan serta memberi seribu harapan pada penderita untuk terus berikhtiar mendapat kesembuhan.
Berbekam dapat menghilangkan rasa sakit pada bahu dan tenggorokan jika dilakukan pada bagian kuduk. Juga dapat menghilangkan sakit pada bagian kepala serperti muka, gigi, telinga dan hidung jika penyakit itu disebabkan oleh terjadinya penyumbatan pada darah atau rusaknya jaringan darah. Abu Ubaid menyebutkan dalam kitabnya “Gharibul Hadits”melalui sanad Abdurrahman bin Abi Laila :
“Bahwasanya Rasulullah Saw, melakukan bekam pada kepalanya dengan tanduk ketika disihir orang”
1. Manfaat Bekam.
Titik bekam pada umumnya adalah untuk meringankan gangguan pada organ dan syaraf bila di-bekam pada tempat gangguan, terutama karena gangguan kelebihan darah atau darah kotor atau kedua-duanya. Titik-titik bekam yang disukai Rasulullah SAW, yaitu :
Bekam atas dua urat leher : Mencegah sakit kepala. Mencegah sakit di wajah. Mencegah sakit gigi. Mencegah sakit telinga. Mencegah sakit hidung. Mencegah sakit kerongkongan. .
Bekam pada tengkuk / kuduk : Mencegah tekanan darah pada tengkuk. Mengatasi rabun. Mengatasi benjolan di mata. Mengatasi rasa berat pada alis dan kelopak mata. Mengatasi penyakit mata lainnya. Mengobati lepra. Mengobati berbagai macam penyakit. Diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim bahwa : "Rasulullah SAW pernah menggunakan hijamah (bekam) atas tiga bagian tubuh, bagian atas tulang belakang dan atas dua urat leher."
Bekam pada pelipis : Mengobati sakit kepala. Mengobati sakit di wajah. Mengobati sakit telinga. Mengobati sakit hidung. Mengobati sakit kerongkongan. Bekam pada pundak : Mengobati penyakit di pundak. Mengobati sakit di leher. Diriwayatkan dalam Shohih Bukhori dan Muslim dari Ibnu Abbas r.a., bahwa Rasulullah SAW pernah melakukan bekam sebanyak 3 kali pada 2 pelipis dan pundaknya. Bekam di atas pinggul : Menghilangkan pegal-pegal. Menghilangkan kelelahan.
Dalam Sunan Abu Dawud disebutkan dari hadist Jabir bahwa Rasulullah SAW pernah melakukan bekam di bagian atas pinggulnya karena sakit pegal-pegal yang dideritanya. Bagian lain tubuh boleh di-bekam sesuai tempat sakitnya selama bukan area yang dilarang di-bekam. Haruskah sebulan sekali kita di-bekam ? Jika kita ingin terbebas dari gangguan penyakit yang diakibatkan darah kotor atau sebagai tindakan penjagaan dan kewaspadaan kita terhadap penyakit, maka sangat baik bekam dilakukan sebulan sekali. Dan agar tubuh kita lebih sehat lagi, maka lebih baik setiap hari kita minum Habbatussauda dan Madu .
Berbekam juga sangat bermanfaat untuk mengobati orang yang keracunan makanan, bisa dan sejenisnya. lebih-lebih jika negeri itu adalah negeri panas dan terjadi pada musim panas. Kekuatan racun itu mengalir keseluruh tubuh melalui darah sehingga tubuh berkeringat, racun sudah menjalar kejantung,maka yang keracunan itu tidak dapat tertolong lagi. Nabi Muhammad Saw memilih berbekam pada kuduk (tengkuk)nya karena tempat itulah yang paling dekat kepada jantung, walaupun materi racun itu tidak keluar keseluruhannya.Namun hal itu sudah cukup meringankan penderitaan orang yang keracunan itu.
Melakukan bekam dibawah dagu dapat menyembuhkan sakit gigi, sakit pada bagian wajah, kerongkongan dan pada urat leher, serta membersihkan kepala dan kedua telapak tangan. Berbekam pada belakang tapak kaki (bagian atas tapak kaki) dapat menggantikan venesection sephena, yaitu urat besar pada mata kaki, menghilangkan kutil-kutil (borok) yang tumbuh di kedua paha, betis serta tulang kering. Dapat menghentikan keluarnya darah haid (terputusnya menstruasi) dan gatal-gatal buah testis (kantung kemaluan laki-laki). Berbekam dibawah dada diatas perut dapat menyembuhkan bisul-bisul, kurap/kudis, dan panu yang ada di paha. Kaki yang sering kebas/linu, encok, penyakit bawasir (hermorhoid), penyakit kegajahan (kaki bengkak) atau elephantiasis, dan gatal-gatal pada punggung.
Sejak zaman mesir kuno lagi kaedah berbekam menjadi amalan bagi penyembuhan berbagai penyakit, seperti sawan (epilepsy), angin ahmal (stroke), hingga ke penyakit yang ringan seperti masalah kulit dan letih atau lesu. Perawatan ini tidak perlu diragukan lagi karena berdasarkan hadits-hadits yang banyak menerangkan kebaikan bagi orang yang mengamalkan bekam. Nabi Muhammad Saw merupakan insan yang pertama dibekam para malaikat dengan perintah Allah Swt sebelum Isra dan Mi’raj. Penjelasan dalam hadits Riwayat Ibnu Majah menerusi Katjir bin Salim
Selama Aku Berjalan pada malam isra mi’raj bersama para malaikat, Mereka selalu berkata “Hai Muhammad, suruhlah umatmu berbekam”.
2. Jenis Bekam.
Bekam kering atau bekam angin (Hijamah Jaaffah), yaitu menghisap permukaan kulit dan memijat tempat sekitarnya tanpa mengeluarkan darah kotor. Bekam kering ini berkhasiat untuk melegakan sakit secara darurat atau digunakan untuk meringankan kenyerian urat-urat punggung karena sakit rheumatik, juga penyakit-penyakit penyebab kengerian punggung. Bekam kering baik bagi orang yang tidak tahan suntikan jarum dan takut melihat darah. Kulit yang di-bekam akan tampak merah kehitam-hitaman selama 3 hari. Dan Insya Allah sangat baik diolesi minyak Habbassauda dari HABBAT untuk menghilangkan tanda lebam pada kulit yang selesai di-bekam.
Bekam basah (Hijamah Rothbah), yaitu pertama kita melakukan bekam kering, kemudian kita melukai permukaan kulit dengan jarum tajam (lancet), lalu di sekitarnya dihisap dengan alat cupping set dan hand pump untuk mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh. Lamanya setiap hisapan 3 sampai 5 menit, dan maksimal 9 menit, lalu dibuang darah kotornya. Penghisapan tidak lebih dari 7 kali hisapan. Darah kotor berupa darah merah pekat dan berbuih. Insya Allah bekasnya (kulit yang lebam) akan hilang 3 hari kemudian setelah diolesi minyak Habbatussauda dari HABBAT. Dan selama 3 jam setelah di-bekam, kulit yang lebam itu tidak boleh disiram air. Jarak waktu pengulangan bekam pada tempat yang sama adalah 3 minggu .
3. Alat Bekam.
Ketika Rasulullah SAW melakukan bekam, beliau menggunakan kaca yang berupa cawan atau mangkuk. Dengan demikian jelaslah sudah bahwa teknik bekam dan peralatannya sudah ada dan dipraktekkan sendiri oleh Rasulullah. .
Pada zaman China kuno, bekam disebut sebagai "pengobatan tanduk" karena tanduk menggantikan kaca. Pada abad ke-18, orang-orang di Eropa menggunakan lintah sebagai alat untuk berbekam . .
Kini peralatan yang digunakan sebanding dengan perubahan zaman, dan teknologi tinggilah yang diakui dan digunakan dalam pengobatan berbekam oleh para dokter di rumah sakit. . . .
Peralatan bekam yang digunakan oleh team Bekam: Penghisap (hand pump). Mangkuk (cupping set). Pena Jarum (lancet device). Silet Antiseptik (bahan sterilisasi seperti alkohol). Sarung tangan kesehatan (rubber gloves). .
4. Waktu Yang baik Untuk Bekam.
Sebaiknya berbekam dilakukan pada pertengahan bulan, karena darah kotor berhimpun dan lebih terangsang (darah sedang pada puncak gejolak). Anas bin Malik r.a. menceritakan bahwa : "Rasulullah SAW biasa melakukan hijamah pada pelipis dan pundaknya. Beliau melakukannya pada hari ketujuhbelas, kesembilanbelas atau keduapuluhsatu." (Diriwayatkan oleh Ahmad). .
Pemilihan waktu bekam adalah sebagai tindakan preventif untuk menjaga kesehatan dan penjagaan diri terhadap penyakit. Adapun untuk pengobatan penyakit, maka harus dilakukan kapan pun pada saat dibutuhkan. Dalam hal ini Imam Ahmad melakukan bekam pada hari apa saja ketika diperlukan. Hal ini berdasarkan ucapan Rasulullah SAW : "Jangan sampai mengalami ketidakstabilan darah, karena itu bisa mematikan." .
Imam asy-Syuyuthi menukil pendapat Ibnu Umar, bahwa berbekam dalam keadaan perut kosong itu adalah paling baik karena dalam hal itu terdapat kesembuhan. Maka disarankan bagi yang hendak berbekam untuk tidak makan-makanan berat 2-3 jam sebelumnya.
5. Larangan Berbekam.
Orang tua renta yang sakit tanpa daya dan upaya. Penderita tekanan darah sangat rendah (dianjurkan minum habbatussauda). Penderita sakit kudis. Penderita diabetes mellitus . Perut wanita yang sedang hamil. Wanita yang sedang haid. Orang yang sedang minum obat pengencer darah. Penderita leukemia, thrombosit, alergi kulit serius. Orang yang sangat letih / kelaparan / kenyang / kehausan / gugup.
Anggota bagian tubuh yang tidak boleh di-bekam : Mata, telinga, hidung, mulut, puting susu, alat kelamin, dubur. Area tubuh yang banyak simpul limpa. Area tubuh yang dekat pembuluh besar. Bagian tubuh yang ada varises, tumor, retak tulang, jaringan luka .
Imam asy-Syuyuthi menukil pendapat Ibnu Umar, bahwa berbekam dalam keadaan perut kosong itu adalah paling baik karena dalam hal itu terdapat kesembuhan. Maka disarankan bagi yang hendak berbekam untuk tidak makan-makanan berat 2-3 jam sebelumnya.
3. Pengobatan Alamia Melalui Herbal
Pengobatan menggunakan herbal atau tanaman yang berkhasiat obat merupapan salah satu yang dipraktekkan Rosulullah SAW. Obat-obat tradisional kini telah berkembang, bahkan di China menjadi central pengembangan obat-obatan tradisioanal termasuk dari tanaman maupun hewan.
Jika mau menyimak wahyu Allah SWT yang diturunkan pada Nabi Muihammad SAW, banyak petunjuk tentang obat-obat tradisional, seperti dalam surat An Nahl, 16:68-69. "Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia, kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.”
Dari ayat tersebut telah menunjukkan bahwa obat-obat tradisional telah sejak lama dianjurkan untuk penyembuhan, bahkan melihat sejarah perkembangannya justru jauh sebelum ilmu-ilmu kedokteran berkembang. Untuk itu tidak diragukan lagi bahwa obat-obat tradisional ini juga mampuy untuk mengatasi berbagai penyakit.
Bahkan banyak dijelaskan dalam Alqur’an maupun Hadist tentang manfaat obat-obat tradisional. Manfaat tumbuhan menurut Alqur’an dan Hadist seperti jinten hitam, kayu cendana, pohon arak, nila, biji seledri, lidah buaya, terpenti, kunyit, bidara dan masih banyak yang lainya.
Terima kasih kawand sudah membaca...!!
METODE PENGOBATAN YANG DIAJARKAN NABI
dan sempatkan untuk membaca yang lainnya ya kawand..!!!!
masih 0 Tanggapan untuk METODE PENGOBATAN YANG DIAJARKAN NABI
Posting Komentar
__::jangan lupa baca bismilah truz tinggalkan jejak yach::__
......boleh berkomentar bebas, tapi dilarang menyinggung orang lsen.......
<<<<<>>>>>>