Manfa’at dari takbirotul ikhrom.
وَقُوْ مُوْا لِلّهِ قَا نِتِيْنَ(البقره 238)
“Berdirilah karena ALLAH اَللّه (dalam sholatmu) dengan khusyu’.QS.Al baqoroh;238.
“Tidak ada bejana yang diisikan oleh anak Adam yang lebih keji selain daripada perut. Cukuplah bagi anak Adam dengan beberapa suapan untuk menegakan tulang tsulbinya (belakangnya). Dan sekiranya ia terpaksa melakukannya juga, maka 1/3 untuk minuman, 1/3 untuk makanan, dan 1/3 untuk nafasnya “
( HR Tirmidzi ).
المَـعِدَّة ُبَيتُ الدَاءِ ” - الحديث
“ perut itu rumah penyakit ”
“ perut itu rumah penyakit ”
بَيْنَهَا ضُمُّهَاوَلاَيَكُونُ يَرْفَعُهُمَا مَمْدُوْدَةَالاَصَا بِعِ <لاَيُفَّرِجُ>
Beliau mengangkat tanganya dengan membuka jari-jarinya lurus ke ata{tidak merenggangkan
dan tidak pula menggenggamkannya}.hr,abu daud,ibnu,ibnu khuzaimah,Tamam,dan hakim,di syahkan oleh hakim dan di setujui dzahabi.
(1) Mengangkat tangan dengan telapak tangan terbuka setinggi telinga,seraya
Mengucapkan TAKBIROTUL IKHROM/اَللّهُ اَكْبَرَ seluruh tubuh terasa
terbebaskan dari Beban, bahkan hingga ke kedua kaki.
(2) Gerakan ini memperkuat pinggang,memperbaiki postur tubuh.
(3) Pikiran dibawa kedalam pengendalian intelektualitas,pandangan tetap di
pertajam dengan berfokus pada tempat kepala akan sujud.
(4) Otot-otot punggung bagian atas dan bawah bersatu membentuk kesatuan
Tujuan.
Manfa’at bersedekab dan berpegang pada pergelengan.
كَانَ صَلَّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَضَعُ يَدَ هُ اْليُمْنَى عَلَى اليُسْرَى
Nabi saw meletakkan tangan kanan di atas tangan kirinya(bersedekap)”HR,muslim dan abu daut”
.
(1) Energi ruhaniah yang meningkatkan konsentrasi,relaksasi kaki dan
Punggung,menciptakan kerendahan hati,dan kesucian.
لاَصَلاَةَ لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ{فِيْهَا}بِفَا تِحَة الكِتَا بِ {فَصَا عِدًا}.
“Tidak sah shalat seseorang jika tidak membaca alfatihah. ”HR,Bulhori,muslim,abu ‘awanah,dan Baihaqi,baca irwa’Hadits no, 302.
لاَتَجْزِىءُ صَلاَةٌ لاَيَقْرَاُالرّ جُلُ فِيْهَا بِفَا تِحَةِالْكِتَا ب.
“Tidaklah cukup,shalat seseorag bila dia tidak membaca Al-fatihah dalam shalatnya.”HR,daraquthni,
Di sahkan olehnya juga,ibnu Hiban,dalam shahihnya.
مَنْ صَلَّى صَلاَةً لَمْ يَقْرَاْفِيْهَا بِفَا تِحَةِ الكِتَا بِ فَهِيَ خِذَجٌ،هِيَ خِدَجٌ،هِيَ غِدَجٌ غَيْرُ تَمَام
“orang yang shalat tanpa membaca al-fatihah,shalatnya buntung,tidak sempurna.” (HR,muslim dan abu ‘awanah.)
(2) Dalam pembacaan fatihah,jika semuanya bunyi dalam bahasa arap di ucapkan secara jelas,Getaran bunyi dari vokal “A. i. dan U. menstimulasikan jantung,kelenjar gondok,kelenjar pineal,Kelenjar lendir,kelenjar ginjal,dan paru-paru.
.RUKUK YANG DI LAKSANAKAN ROSUL
كَانَ صَلَى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ يَضَعُ كَفَّيْهِ عَلَى رُكْبَتَيْهِ
Nabi saw,meletakkan kedua telapak tangannya pada kedua lututnya.HR.Bukhori,dan abu-daut.
كَا نَ يُمَكِّنُ يَدَ يِهِ مِنْ رُكْبَتَيِهِ(كَاَنَّهُ قَا بِضٌ عَلَيْهَا).
Beliau menekankan kedua tanganya pada kedua lututnya{seolah-olah mengenggam kedua lututnya}. HR.Bukhori,dan abu daut.
كَانَ يُفَرِّجُ بَيْنَ اَصَابِعِهِ.
Beliau merenggangkan jari-jarinya.”HR,Hakim,disahkan olehnya dan disetujui dzahabi danThayalisi. Di sebutkan dalam kitab,shohih Abu Daud hadits no.809.
اِذَارَكَعْتَ فَضَعْ رَاحَتَيْكَ عَلَى رُكْبَتَيْكَ،ثُمَّ فَرِّجْ بَيْنَ آَصَابِعِكَ،اُمْكُثْ حَتَّى تَاْخُذُ كُلَّ عُضْوٍمَاْخُذَهُ.
“jika kamu ruku’,letakkanlah kedua tanganmu pada kedua lututmu,kemudian renggangkanlah jari-jarimu,Kemudian tenanglah sampai ruas-ruas tulang belakangmu mantap di tempatnya”.HR,ibnu khuzaimah dan Ibnu Hibban dalam kitab shahih mereka.
كَانَ اِذَارَكَعَ بَسِطَ ظَهْرَهُ وَسَوَّاهُ،حَتَّى لَوْصُبَّ عَلَيْهِ اْلمَاءُلَاسْتَقَرَّ..
“Bila beliu ruku”,beliu meluruskan dan meratakan punggungnya,sehingga bila air dituangkan diatas punggung Beliu,air tersebut,tidak akan bergerak”.HR,Thabarani, ’abdullah bin ahmad,dan ibnu majah”.
.
فَإِذَا رَكَعْتَ فَاجْعَلْ رَاحَتَيْكَ عَلَى رُكْبَتَيْكَ،وَامْدُدْ ظُهْرَكَ،وَمَكِّنْ لِرُكُوْعِكَ
Apa bila kamu melakukan rukuk,maka letakkanlah kedua telapak tanganmu pada kedua lututmu dan luruskanlah punggungmu dan tetapkanlah untuk ruku’.”HR,Ahmad dan Abu Dawud dengan sanat shahih.
كَانَ لاَ يَصُبُّ رَأسَهُ وَلاَيَقْنَعُ.
“NABI SAW,tidak mendongakkan kepalanya dan tidak pula menundukkanya ”HR,Abu Daud dan Bukhori dalam Juz Qiro’ah dengan sanad shahih.
آَتِمُّوْا الرُّكُوعَ وَالسُّجُوْدَ اِنِّىْ لَأَرَاكُمْ مِنْ بَعْدِظَهْرِىْ،فَوَالَّذِيْ نَفْسِيْ بِيَدِهِ، اِذاما
رَكَعْتُمْ وَإِذَامَا سَجَدْ تُم
“sempurnakanlah ruku’mu dan sujudmu! Demi Tuhan yang jiwaku ada di Tanganya, aku Benar-benar dapat Melihat kamu dari balik punggungmu,ketika kamu ruku’, dan sujud.HR,Bukhari dan Muslim.
(1) Energi Ruhani sepenuhnya meregangkan otot-otot punggung bagian bawah,paha,dan perut.
(2)Darah Di pompa ke Torso(Bagian Tubuh dari punggung hingga ke dada)bagian atas.
(3)Mengencangkan otot-otot perut,memperbaiki fungsi ginjal.
(4)Menciptakan keselarasan dan kebaikan dalam Tubuh.
I’TIDAL
(1)Darah segar yang mengalir ke dalam Torso,dalam gerakan sebelumnya,kembali ke keadaan
Semula ,sambil membuang Racun dari dalam Tubuh,
(2)Tubuh memperoleh kembali ketenangan dan melepaskan ketegangan.
سَمِعَ اللّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ
“ALLAH Mendengar orang yang Memuji-nya.”HR,Bukhari dan Muslim”.
لاَتَتِمُّ صَلاَةٌلِأَحَدٍمِنَ النَّا سِ حَتَّى...يُكَبِّرَ...ثُمَّ يَرْكَعَ...ثُمَّ يَقُولَ:سَمِعَ اللّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ.
"Shalat seseorang tidak sempurna,sehingga .....bertakbir......kemudian ruku’.....kemudian mengucapkan ;sami’allaahu liman hamidah,sampai berdiri tegak.”HR,Abu Daud dan Hakim,
Di Sahkan Oleh Hakim dan disetujui Dzahabi”.
.
[رَبَّنَا [و]لَكَ الْحَمْدُ]
“(Wahai Tuhan kami,[dan]segala puji adalah Milik-mu).
صَلُّوْا كَمَا رَاَيِتُمُوْا نِى آُصَلِّى.
"Shalatlah kamu sekalian sebagaimana kamu melihat aku shalat.”HR,Bu khari dan Ahmad”.
Sujud
Turun sujud mendahulukan ke dua tangan.
كَانَ صَلَّى اللّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُكَبِّرُوَيَهْوِيْ سَا جِدًا.
Nabi saw,bertakbir ketika turun untuk sujud.”HR.Bukhori dan Muslim.
كَانَ إِذَا أَرَادَ اَنْ يَسْجُدَ كَبَّرَ،(وَيُجَا فِى يَدَ يْهِ عَنْ جَنْبِهِ)، ثُمَّ يَسْجُدَ.
Bila hendak sujud, beliau menggucapkan Takbir (dan beliau merenggangkan tangannya),kemudian sujud,”HR,Abu ya’la dengan sanad jayyid dan ibnu khuzaimah dengan sanad lain yang shohih.
كَانَ – اَحْيَانًا - يَرْفَعُ يَدَ يْهِ إِذَا سَجَدَ.
Terkadang beliau mengangkat Tangannya ketika hendak sujud.”HR,Nasa’i, Daraquthni, Mukhallash, dalam kitab AL-Fawaid,dengan dua sanad yang shohih.
· saat posisi sujud,lutut membentuk sudut yang tepat akan membuat otot- otot perut Membaik dan mencegah pengenduran persendian.
· Meningkatkan aliran darah menuju bagian atas tubuh terutama kepala(termasuk mata,telinga dan hidung)dan memungkinkan paru-paru mengeluarkan racun metal dan Di buang oleh tubuh.
· pada perempuan hamil bermanfaat memperahankan posisi janin.
· mengurangi tekanan darah tinggi,dan meningkatkan elasitas persendian.
meningkatkan spiritual(maqom)dan menghasilkan energi fisik yang tinggi di seluruh Tubuh.
· Darah dan oksigen mengalir kedalam syaraf pertemuan (yafuka) otak.
Sujud
لَايَنْظُرُاْللّهُ عَزَوَجَلَّ إِلَى صَلاَةِ عَبْدٍ لاَيُقِيْمُ صُلْبَهُ بَيْنَ رُكُوعِهَا وَسُجُوْدِهَا.
Allah ,Tuhan yang maha perkasa lagi maha mulia tidak mau melihat shalat seseorang yang tidak meluruskan punggungnya ketika berdiri di antara ruku’ dan sujudnya,”HR, Ahmad dan Thabarani dalam kitab AL-kabir dengan sanad shahih.
اَقْرَبُ مَايَكُوْنُ اْلعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَسَاجِدٌ فَأَكْثِرُوُا الدُّ عَاءَ(فِيْهِ).
Kedudukan terdekat seorang hamba dengan TUHANNYA Adalah ketika sujud.oleh karena itu, perbanyaklah do’a (ketika sujud).“HR,Abu ‘Awanah,dan Baihaqi,Al-irwa’ hadits no;456.
كَانَ يَضَعُ يَدَيْهِ عَلَى اْلأَرْضِ قَبْلَ رُكْبَتَيْهِ.
Beliau meletakkan Tangannya ke Tanah sebelum meletakkan kedua lututnya.”HR,ibnu khuzaimah,daraquthni,dan hakim,disahkan oleh hakim dan di setujui dzahabi.hadits-hadits lain yang bertentangan dengan ini tidak ada yang sah.pendapat imam malik sejalan dengan ini.begitu pula imam Ahmad,seperti termuat dalam kitab at-Tahqiq karya ibnul jauzi(108/2).imam marwawi meriwayatkan hal ini dalam kitab masa’-il (1/147/1)dengan sanad shohih,dari imam Auza’i,ujarnya,”saya menyaksikan orang-orang menurunkan tangannya ke Tanah,sebelum meletakkan lututnya.
إِذَاسَجَدَ أحَدُكُمْ فَلاَ يَبْرُكُ كَمَا يَبْرُكُ الْبَعِيْرُ وَلْيَضَعْ يَد يْهِ قَبْلَ رُكْبَتَيْهِ
Apabila seorang di antara kamu ber sujud, janganlah Turun seperti Turunnya unta,tetapi hendaklah ia letakkan kedua tangannya, sebelum kedua lututnya.”HR,Abu Dawud,Tamam dalam AL-Fawaid,(108/1)Nasa’idalam ash-shugra dan AL-kubra dengan sanad shaih.disyahkan oleh ‘Abdul Haq dalam kitab AL-Ahkam AL-Kubra(54/1) dalam bab tahajud-nya,daripada sebelumnya,”.
إِنَّ اْليَدَيْنِ تَسْجُدَانِ كَمَا يَسْجُدُ اْلوَجْهُ،فَإِذَا وَضَعَ أَحَدُكُمْ وَجْهَهُ فَلْيَضَعْ يَدَ يْهِ،وَإِذَا رَفَعَ فَلْيَرْفَعْهُمَا.
“Kedua Tangan sujud sebagaimana muka sujud,apabila seseorang di antara kamu meletekkan wajahnya ke tanah,hendaknya ia meletakkan pula kedua tangannya;dan apabila ia mengangkat wajahnya,hendaklah ia mengangkat pula tangannya.”HR,ibnu khuzaimah,Ahmad,dan siraj,disahkan oleh Hakim dan disetujui Dzahabi,Baca Al-irwa’ Hadits no;313.
كَانَ يَعْتَمِدُ عَلَى كَفَّيْهِ (وَيَبْسُطُهُمَا)،وَيَضُمُّ أَصَا بِعَهُمَا وَيُوَجِّهُهَا قِبَلَ اْلقِبْلَةِ.
Nabi saw,(turun)bertumpu pada kedua telapak tangannya (dan membukanya) serta merapatkan jari-jarinya,dan menghadapkannya ke kiblat.”HR,Baihaqi dengan sanad shahih,ibnu abi syuaibah dan siraj, dalam bab taujihul Ashabi’dengan sanad lain.
كَانَ يَجْعَلُهُمَا حَذْوَ مَنْكِبَيْهِ.
Beliau meletakkan Tangannya sejajar dengan kedua bahunya “HR,Abu Dawud,dan Tirmidzi,disahkan oleh Tirmidzi dan ibnu mulaqqan (27/2) Baca Al irwa’ Hadits no;309.
حَذْوَ أُذُنَيْهِ.
Terkadang beliau meletakkan tangannya, sejajar dengan kedua daun telinganya,” HR,ABU Dawud,dan Nsa’i,dengan sanad shahih.
كَانَ يُمَكِّنُ أنْفُهُ وَجَبْهَتَهُ مِنَ اْلأَرْضِ.
Beliau menekankan hidungnya dan dahinya ke Tanah.,”HR,Abu Dawud,dan Tirmidz,disahkan oleh Tirmidzi dan ibnu mulaqqan(27/2)Baca Al irwa’ Hadits no;309.
إِذَا سَجَدْتَ فَمَكِّنْ لِسُجُوْدِ كَ.
Apabila kamu sujud, sujudlah dengan menekan.”HR,Abu Dawud, dan Ahmad dengan sanad shahih.
إِذَا أنْتَ سَجَدْتَ فَأَمْكَنْتَ وَجْهَكَ وَيَدَيْكَ حَتَّى يَطْمَئِنَّ كُلُّ عَظْمٍ مِنْكَ إِلَى مَوْضِعِهِ.
“Apabila engkau sujud, tekanlah wajahmu dan kedua tanganmu ke tanah sehingga setiap ruas tulangmu kembali ke tempatnya.” (HR Ibnu Khuzaimah dengan sanad Hasan).
لاَصَلاَةَ لِمَنْ لاَيُصِيْبُ أَنْفَهُ مِنَ اَلأَرْضِ مَايُصِيْبُ اْلجَبِيْنَ.
Tidak sah shalat seseorang bila hidung dan dahinya tidak menekan ke tanah.’HR,Daraquthni,Thabarani,dan Abu Nu’aim.
كَانَ يُمَكِّنُ أَيْضًا رُكْبَتَيْهِ وَأَطْرَافَ قَدَمَيْهِ.
Beliau juga menekankan kedua lututnya dan bagian depan kedua telapak kaki ketanah.”HR,Baihaqi dengan sanad shahih,ibnu Abi sya’ibah,dan siraj dalam Bab Taujihul Ashabi’i dengan sanad lain,disahkan oleh Hakim dan di setujui Dzahabi.
يَسْتَقْبِلُ(بِصُدُوْرِ قَدَمَيْهِ)وَبِأَطْرَافِ أَصَابِعِهِمَا اْلقِبْلَةَ.
Serta menghadapkan (punggung kedua kakinya)dan ujung-ujung jari kakinya ke kiblat.”HR,Bukhori dan Abu dawud,kata tambahan,di riwayatkan ibnu rahawaih,dalam kitab musnadnya dan diriwayatkan ibnu ‘umar.
يَرُصُّ عَقِبَيْهِ.
Merapatkan kedua tumitnya.”HR,Thahawi,ibnu khuzaimah dan hakim,di sahkan oleh hakim di setujui dzahabi.
يَنْصِيْبُ رِجْلَيْهِ.
Dan menegakkan kedua tumitnya.”HR,Baihaqi dengan sanad shohih.
إِذَا سَجَدَ اْلعَبْدُ سَجَدَ مَعَهُ سَبْعَةُ اَرَبٍ؛وَجْهُهُ،وَكَفَاهُ،وَرُكْبَتَاهُ،وَقَدَمَاهُ.
Bila seseorang sujud,hendaklah menyertakan tujuh anggota badannya,yaitu;wajahnya,kedua telapak tangannya,kedua lututnya,dan kedua kakinya.”HR,Muslim,Abu ‘awanah dan ibnu Hiban.
كَانَ لاَ يَفْتَرِشُ ذِرَاعَيْهِ.
Nabi saw,tidak membentangkan lengannya(di lantai).”HR,Bukhari dan Abu Dawud.
كَانَ يَرْفَعُهُمَا عَنِ اْلأَرْضِ وَيُبَاعِدُهُمَا عَنْ جَنْبَيْهِ حَتَّى يَبْدُوَ بَيَاضُ إِبْطَيْهِ مِنْ وَرَائِهِ.
Beliau mengangkat kedua lengannya dari tanah dan menjauhkannya dari lambungnya sampai warna putih kedua ketiak beliau terlihat orang di belakangnya.”HR,Bukhari dan muslim,Al irwa’ Hadits no; 653.
حَتَّى لَوْ أَنَّ بَهِيْمَةً أَرَادَتْ يَدَيْهِ مَرّتْ.
Bahkan sekiranya anak kambing kecil lewat di sela-sela ketiaknya,niscaya ianya dapat melaluinya.”HR,Muslim,Abu ‘awanah.dan ibnu Hiban.
إِذَا سَجَدْتَ فَضعْ كَفَيْكَ وَارْفَعْ مِرْفَقَيْكَ.
Apabila kamu sujud, letakkanlah kedua telapak tanganmu dan angkatlah kedua siku lenganmu.”
“HR,Muslim dan Abu ‘.
اِعْتَدِلُوْا فِى اْلسُّجُوْدِ،وَلاَيَبْسُطْ أَحَدُكُمْ ذِرَاعَيْهِ اَنْبِسَطَ(وَفِى لَفْظٍ؛كَمَا يَنْبَسِطُ)اْلكَلْبُ.
Sujudlah kamu dengan lurus dan janganlah seseorang di antara kamu membentangkan kedua lengannya (di lantai) seperti anjing membentangkan (kedua kaki depanya).
خَرَجَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللّهِ صَلّي اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِيْ إِحْدَى صَلَاتَيِ اْلعَشِيِّ (الظُّهْرِأَوِاْلعَصْرِ)وَهُوَ حَامِلٌ حَسَنًا أَوْحُسَيْنًا.فَتَقَدَّمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَوَضَعَهُ(عِنْدَ قَدَمِهِ اْليُمْنَى)،ثُمَّ كَبَّرَللِصَّلَاةِ فَصَلَّى،فَسَجَدَ بَيْنَ ظَهْرَانَىْ صَلاَتِهِ سَجْدَةً أَطَالَهَا،قَالَ؛فَرَفَعْتُ رَأْسِى(مِنْ بَيْنِ النَّاسِ)،فَإِذَا الصَّبِيُّ عَلَى ظَهْرِ رَسُوْلِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الصَّلاَةَ قَالَ النَّاسُ؛يَارَسُوْلَ اللَّهِ،إِنَّكَ سَجَدْتَ بَيْنَ ظَهْرَانِيْ صَلاَتِكَ(هَذِهِ)سَجَدْةً أَطَالَهَا،حَتَّى ظَنَنَّا أَنَّهُ قَدْحَدَثَ أَمْرٌ،أَوْأَنَّهُ يُوْحَى إِلَيْكَ،قَالَ؛(كُلُّ ذَ لِكَ لَمْ يَكُنْ،وَلَكِنِ ابْنِيْ ارْتَحَلَنِيْ،فَكَرِهْتُ أَنْ أُعَجِّلَهُ حَتَّى يَقْضِيَ حَاجَتَهُ).
kami keluar bersama Rasulullah saw,pada suatu saat ketika shalat (zhuhur atau ‘asyar). Ketika itu beliau menggendong Hasan atau Husain,Nabi saw maju,lalu meletakkan gendongannya (di sebelah kanannya),kemudian beliau bertakbir untuk melakukan shalat,lalu sujud.salah satu sujudnya beliau lama sekali.”kata perawi;”Aku angkat kepalaku (di tengah orang banyak),tetapi ternyata kulihat anak yang di gendongnya masih berada di atas punggung Rasulullah saw,padahal beliau tengah sujud,lalu saya kembali bersujud.ketika Rasulullah saw,selesai melakukan shalatnya,orang-orang bertanya,?”wahai rasulullah saw,engkau melakukan sujud dalam shalatmua(ini)lama sekali sampai kami mengira telah terjadi sesuatu pada tuan,atau tuan mendapetkan wahyu,’”beliau bersabda;”semuanya itu tidak, tetapi cucuku ini menunggangiku dan aku tidak senang tergesa-gesa sampai anak ini puas dengan keinginannya.’HR,Nasa’i, ibnu Asakir,dan Hakim,disahkan olehnya dan disetujui Dzahabi.
مَا مِنْ أُمَّتِيْ مِنْ أَحَدٍ إِلاَّ وَأَنَا أَعْرِفُهُ يَوْمَ الْقِيَاَمَةِ،قَالُوْا؛وَكَيْفَ تَعْرِفُهُمْ يَا رَسُوْلَ اللَّهِ،فِيْ كَثْرَةِ اْلخَلَائِقِ؟قَالَ؛أَرَأَيْتُ لَوْ دَخَلْتَ صُبْرَةً فِيْهَا خَيْلٌ دُهْلٌ بُهْمٌ،وَفِيْهَا فَرَسٌ أَغَرُّ مُحَجَّلٌ،أَمَا كُنْتَ تَعْرِفُهُ مِنْهَا؟قَالَ؛بَلَى.قَالَ،فَإِنَّ أُمَّتِى يَوْمَئِذٍ غُرٌّ مِنَ السُّجُوْدِ،مُحَجَّلُوْنَ مِنَ اْلوُضُوْءِ.
Setiap orang dari umatku pasti aku kenal pada hari kiamat kelak,para syahabat bertanya;Wahai Rasulullah saw,bagaimana Tuan mengenal mereka,padahal mereka ada diantara banyak mahluk,”sabdanya;”bagaimana pendapatmu bila ditengah kumpulan kuda warna hitam terdapat seekor kuda yang terdapat warna putih cerah di dahinya? Bukankah engkau dapat mengenalinya ?”jAWABNYA;ya.”sabdanya;”sesungguhnya pada hatri itu umatku memancarkan cahaya putih di keningnya bekas sujud dan cahaya putih di wajahnya,Tangan,dan kakinya bekas wudhu.”HR,Ahmaddengan sanad shahih dan Tirmidzi hanya meriwayatkan sebagianya dengan sanad shahih.baca kitab Ash-shihah.
...وَجُعِلَتِ ألْأْرضُ كُلُّهَا لِيْ وَلِأُمَتِيْ مَسْجِدًا وَطَهُوْرًا،فَأَيْنَمَا أَدْرَكَ رَجُلٌ مِنْ أُمَّتِى اَلصَّلاَةُ،فَعِنْدَهُ مَسْجِدُهُ،وَعِنْدَهُ طَهُوْرُهُ،(وَكَانَ مِنْ قَبْلِيْ يُعَظِّمُوْنَ ذَلِكَ،إِنَّمَا كَانُوْايُصَلُّوْنَ فِى كَنَائِسِهِمْ وَبِيَعِهِمْ).
...Bumi seluruhnya dijadikan sebagai masjid dan alat bersuci agiku dan seluruh umatku.oleh karena itu,dimana saja seseorang dari umatku menemui eaktu shalat,tempat itulah yang menjadi masjid-nya dan di situlah tempat bersucinya.(umat-umat sebelumku begitu mengagungkan tempat ibadah.mereka hanya melakukan shalat di gereja-gereja dan kuil-kuil.”HR,Ahmad,siraj,dan Baihaqi dengan sanad shahih.
“saya melihat dengan mata kepala sendiri,pada kening dan hidung Rasulullah saw,terlihat bekas lumpur.”HR,Bukhari dan Muslim.
Bangkit dari sujud.
كَانَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَرْفَعُ رَأْسَهُ مِنَ السُّجُوْدِ مُكَبِّرًا.
Nabi saw,bangkit dari sujudnya seraya bertakbir.”HR, Bukhari dan Muslim.
لاَتَتِمُّ صَلَاةٌ لِأَحَدٍ مِنَ النَّاسِ حَتَى...يَسْجُدَ،حَتَّى تَطْمَئِنَّ مَفَا صِلُهُ،ثُمَّ يَقُوْلُ؛اَللَّهُ أَكْبَرُ،وَيَرْفَعُ رَأْسَهُ حَتَّى يَسْتَوِيَ قَاعِدًا.
Tidak sempurna shalat seseorang hingga...,dia sujud sampai ruas tulang belakangnya mapan,kemudian mengucapkan ‘ALLAHU AKBAR’,kemudian mengangkat kepalanya (bangkit dari sujud) hingga duduk dengan tegak.”HR,Abu Dawud dan Hakim,di sahkan olehnya dan di setujui oleh Dzahabi.
إِذَاَسَجَدْتَ فَمَكِّنْ لِسُجُوْدِكَ،فَإِذَا رَفَعْتَ فَاقْعُدْعَلَى فَخْذِكَ اْليُسْرَى.
Apabila engkau sujud,sujudlah dengan menekan;dan apabila engkau bangkit dari sujud,duduklah kamu di atas paha(telapak kaki-pen)kirimu.’”HR,Ahmad dan Abu Awud dengan sanad jayyid.
كَانَ يَنْصِبُ رِجْلَهُ اْليُمْنَى.-يَسْتَقْبِلُ بِأَصَا بِعِهَا اْلقِبْلَةَ.
Beliau menegakkan (Telapak-pen)kaki kirinya dan- menghadapkan jari-jari kanannya ke kiblat.”HR,Bukhari dan Baihaqi.-HR,Nasa’i dengan sanad shahih.
يَسْتَوِيْ قَاِعِدًا (حَتَّى يَرْجِعَ كُلُّ عَطْمٍ إِلَى مَوْضِعِهِ عَلَى رِجْلِهِ اليُسْرَى مُعْتَدِلاً،)
Beliau duduk tegak(yaitu duduk di atas telapak kaki kirinya dengan tegak sampai Setiap ruas tulang pungungnya mapan).”HR,Bukhari dan abu dawud.
Sujud ke dua
(1) . Membersihkan sistem pernafasan,sirkulasi dan syaraf.
(2). Menghasilkan pencerahan tubuh dan kebahagiaan emosional. (3) Oksigenisasi seluruh tubuh tercapai,gerakan ini menyeimbangkan syaraf limfatik dan
syaraf para simpatik.
Duduk dua sujud .
1. Gerakan ini membantu pembuangan Racun dari Hati(Liver) merangsang gerakan Pristaltik (mendorong,meremas,menyerap)usus besar.
2. Tubuh kembali dalam keadaan tenang,dan sikap tubuh ini membantu pencernaan Dan memaksa isi perut kebawah/keluar.
فَإِذَا جَلَسْتَ فِى وَسَطِ الصَّلاَةِ فَاطَمَئَنَّ وَاتَرِشْ فَخْذَكَ اليُسْرَ‘ى،ثُمَّ تَشَهُّدْ. ،
"Bila kamu duduk di pertengahan shalat,hendaklah kamu tuma’ninnah dan hamparkanlah paha(telapak kaki)kirimu, Kemudian bacalah tasyahhud.”HR,Abu Dawud dan Baihaqi dengan sand jayyid”.
ونَهَانِى خَلِيْلِى صَلَّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ إِقْعَاءٍ كَإٍقْعَاءٍاْلكَلْبِ
“shahabat karibku,(Nabi saw,telah melarangku duduk iq’a-nya anjing,”HR,Thayalisi,Ahmad,dan ibmu Abi syaibah.Baca at-Ta’liq 4 halaman 131.
كَانَ يَنْهَى عَنْ عُقْبَةِ كَعُقْبَةٍ الشَّيْطَانَ.
“Nabi Melarang duduk,seperti duduknya setan.:”HR,Muslim,Abu ‘Awanah,dan lain lain.baca;irwa’AL-Ghozali Hadits no;316.(duduknya setan,seperti iq’a/duduknya anjing.lihat syarah An-Nawawi.
كَانَ إِذَا قَعَدَ فِى التَّسَهُّدِ وَضَعَ كَفَّهُ اْليُمْنَى عَلَى فَخْذِهِ(وَفِى رِوَايَةٍ ؛رُكْبَتِهِ)اليُسْرَى.[بَا سَطُهَا عَلَيْهَا].
“Apabila duduk tasyahhud,Nabi saw,meletakkan telapak tangan kanannya,di atas paha kanannya,(dalam riwayat lain di sebutkan; pada lutut kanannya)dan meletakkan telapak tangan kirinya pada paha kirinya.(pada riwayat lain disebutkan; lutut kirinya).membeberkan telapak tangannya diatas lututnya.”HR,Muslim dan Abu ‘Awanah”.
كَانَ أَوَّلُ مَا يَتَكَلَّمُ بِهِ عِنْدَ اْلقَعْدَةِ؛(التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ).
Yang Pertema kali Nabi saw,lakukan ketika duduk (pada dua reka’at) adalah membaca (at-tahiyyaatu lillaah).”hr,Muslim dan Abu ‘awanah.
كَانَ إِذَا نَسِيَهَا فِى الرَّكْعَتَيْنِ اْلأُوْلَيَيْنِ يَسْجُدُ لِلسَّهْوِ.
Bila beliau lupa membaca bacaan tahiyyat ini pada duduk dua reka’at pertama, beliau melakukan sujud sahwi.”HR,Bukhari dan muslim,baca Al irwa’dengan sanad jayyid,seperti dikatakan ibnul Mulaqqan.
اَلسُّنَّةُ إِخْفَاؤُهُ.
Menurut sunnah,bacaan tasyahhud ini di ucapkan lirih.”HR,Abu Dawud dan Hakim disahkan olehnya dan disetujui Dzahabi.
اَلتَّحِيَّاتُ لِلَّهِ.(وَ)الصَّلَوَاتُ(وَ)الطَّيِّبَاتُ،السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ-قَالَ ابْنُ عُمَرَ؛زِدْتُّ فِيْهَا؛وَبَرَكَاتُهُ-السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِاللَّهِ الصَّالِحِيْنَ أَشْهَدُ أَنْ لَآإِلَهَ إِلّاَاللَّهُ-قَالَ ابْنُ عُمَرَ؛زِدْ تُّ فِيهَا؛وَحْدَهُ لَشَرِيْكَ لَهُ-وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
Segala ucapan penghormatan,milik ALLAH,begitu pula segala karunia dan ucapan pengagungan.semua pertolongan dan pemeliharaan untukmu,wahai Nabi,begitu pula karunia Allah,”ujar ibnu ‘umar ”Aku tambahkan bacaan ini kata-kata,”begitu pula semua karunia-nya.” “segala perlindungan dan pemeliharaan untuk kami dan hamba-hamba Allah yang shahih.Aku bersaksi tiada Tuhan kecuali Allah.”ibnu ‘umar berkata :Aku tambahkan pula kata-kata,;Tuhan yang Tunggal’.tiada sekutu bagi-nya.Aku bersaksi bahwa Muhammad aadalah utusan hamba-nya dan rasulnya,”dua tambahan ini sah datangnya dari Nabi saw,dan bukan dilkukan oleh ibnu ‘umar sendiri.ia menerima dari sahabat-sahabat lainnya yang meriwayatkannya dari Nabi saw.Tambahan itu ia satukan dengan bacaan tasyahhud yang di dengarnya dari Nabi saw,secara langsung.”HR,Abu Daud dan Daraquthni dan di sahkan olehnya.
اَلتَّحِيَّاتُ الطَّيِّبَاتُ الصَّلَوَاتُ لِلَّهِ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَاالنَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِاللَّهِ الصَّالِحِيْنَ، أَشْهَدُ أَنْ لَآإِلَهَ إِلّاَاللَّهُ(وَحْدَهُ لَشَرِيْكَ لَهُ)، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
Segala ucapan penghormatan, segala karunianya, segala ucapan pengagungan dan pujian hanyalah milik Allah.semua perlindungan dan pemeliharaan untukmu,wahai Nabi, begitu pula rahmad Allah dan segenap karunia-nya. Semua perlindungan dan pemelihaaan semoga diberikan kepada kami dan hamba-hamba Allah yang shalih.Aku bersaksi Tiada Tuhan kecuali Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah utusan Allah.”
عَجَّلَ،ثُمَّ دَعَاهُ فَقَالَ لَهُ وَلِغَيْرِهِ؛(إِذَا صَلَّى أَحَدُ كُمْ فَلْيَبْدَأ بِتَحْمِيْدِ رَبِّهِ جَلَّ وَعَزَّ،وَاْلثَّنَاءِ عَلَيْهِ،ثُمَّ يُصَلّْيِ(وَفِيِ رِوَايَةِ؛لِيُصَلِّ)عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ،ثُمَّ يَدْعُوْ بِمَا شَاءَ)
Orang ini tergesa-gesa,”kemudian beliau memanggil orang itu, lalu bersabda kepadanya dan yang lainnya: “(Bila seseorang melakukan shalat,hendaklah memulai dengan bacaan tahmid dan pujian kepada Allah ‘azza wa jalla Tuhannya,kemudian hendaklah ia mengucapkan shalawat Nabi saw, lalu memanjadkan do’a yang di inginkannya.”HR, Abu Dawud, ibnu khuzaimah, dan Hakim,di sahkan olehnya dan di setujui oleh dzahabi.
(اُدْعُ تُجَبْ،وَسَلْ تُعْطَ)
‘’(Memohonlah, tentu engkau akan di kabulkan,;dan mintalah, tentu engkau akan di beri.”Hr,Nasa’i dengan sanad shahih.
إِذَا فَرَغَ أَحَدُ كُمْ مِنَ التَّشَهُّدِ (اَلأَخِرِ)،فَيَسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنْ أَرْبَعٍ،(يَقُوْلُ؛اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ)مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ،وَمِنْ عَذَابِ اْلقَبْرِ،وَمِنْ فِتْنَةِ اْلمَحْيَا وَاْلمَمَاتِ،وَمِنْ شَرِّ(فِتْنَةِ)اْلمَسِيْحِ الدَّجَّالِ،(ثُمَّ يَدْعُوْ لِنَفْسِهِ بِمَا بَدَا لَهُ).
Bila seseorang selesai membaca tasyahhud (akhir),hendaklah ia memohon perlindungan kepada Allah empat perkara, yaiti,”?(YA ALLAH,Aku berlindung kepadamu)dari siksa neraka jahanam, dari siksa kubur,dari fitnah hidup dan mati,dan dari (fitnah) dajjal.”selanjudnya,hendaklah ia berdo’a mememohon kebaikan untuk dirinya sesuai dengan kepentingannya.”HR, Muslim dan Abu ‘awanah,Nasa’i,dan ibnu jarud dalam AL-Muntaqa (27).
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ اْلقَبْروَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ اْلمَسِيْحِ الدَّجَّالِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ اْلمَحْيَا وَاْلمَمَاتِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ اْلمَأْثُمِ وَاْلمَغْرَمِ.
YA Allah,aku berlindung kepada-Mu dari adzab kubur, aku berlindung kepada-Mu,dari fitnah dajjal, aku berlindung kepada-Mu,dari fitnah hidup dan mati, aku berlindung kepada-Mu dari dosa-dosa dan terlilit hutang.”HR Bukhari dan muslim.
اَللَّهُمَّ حَاسِبْنِيْ حِسَابًا يَسِيْرًا.
Ya Allah,hitunglah (‘amal) ku dengan perhitungan yang mudah.”HR,Ahmad dan Hakim,disahkan olehnya dan disetujui Dzahabi.
اَللَّهُمَّ بِعِلْمِكَ اْلغَيْبِ،وَقُدْرَتِكَ عَلَى اْلخَلْقِ،أَحْيِنِيْ مَاعَلِمْتُ اْلحَيَاةَ خَيْرًالِيْ،
وَتَوَفَّنِيْ إِذَا كَانَتِ اْلوَفَاةُ خَيْرًالِيْ، اَللَّهُمَّ وَأَسْأَلُكَ خَشْيَتَكَ فِى اْلغَيِبِ وَالشَّهَادَةِ وَأَسْأَلُكَ كَلِمَةَاْلحَقِّ(وَفِى رِوَيَةٍ؛اْلحِكَمِ)وَاْلعَدْ لَ فِى اْلغَضَبِ وَالرِّضَى،
وَأَسْأَلُكَ اْلقَصْدَ فِى اْلفَقْرِ وَاْلغِنَى، وَأَسْأَلُكَ نَعِمًا لاَ يَبِيْدُ، وَأَسْأَلُكَ قُرَةَ عَيْنِيْ
(لاَ تَنْفَدُ،وَ)لاَ تَنْقَطِعُ، وَأَسْأَلُكَ اْلرِّضَى بَعْدَ اْلقَضَاءِ، وَأَسْأَلُكَ بُرْدَ اْلعَيْشِ بَعْدَ اْلمَوْتِ، وَأَسْأَلُكَ لَذَّةَ النَّظَرِإِلَى وَجْهِكَ، وَأَسْأَلُكَ)الشَّوْقَ إِلَى لِقَائِكَ فِيْ غَيْرَاءٍ مُضِرَّةٍ،وَلاَ فِتْنَةٍ مُضِلَّةٍ، اَللَّهُمَّ زَيِّنَا بِزِيْنَةِ اْلإِيْمَانِ،وَجْعَلْنَا هُدَاةً مُهْتَدِيْنَ.
Ya Allah, dengan ilmu Ghoib-Mu dan kekuasaan-Mu atas semua mahluk, hidupkanlah aku bila menurut engkau hidup ini lebih baik bagi-ku,;matikanlah aku Bila kematian lebih baik bagiku.Ya Allah,aku memohon kepada-Mu rasa takut kepada-Mu pada saat sendirian,atau di tengah-tengah orang banyak dan aku memohon kepada-Mu agar aku benar(dalam riwayat lain di sebutkan,;dalam memberikan keputusan )dan adil pada waktu marah atau senang.aku memohon kepada-Mu kesederhanaan dalam kekurangan dan kecukupan dan tidak menjadi terlalu kaya.Aku memohon kepada-Mu kenikmatan yang tidak akan binasa dan kesenangan yang tidak putus.Aku memohon lepada-Mu dijadikan ridha menerima ketetapan-Mu.Aku memohon kepada-Muhidup yang menyenangkan sesudah mati.Aku memohon kepada-Mu kelezatan memandang wajah-Mu dan kerinduan untuk berte-Mu dengan-Mu,bukan karena bencana dan bukan kerena fitnah.Ya Allah,perindahlah Hidup-Ku dengan iman dan kumpulkanlah aku dengan Golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.”Hr,N Asa’i dan Hakim,disahkan olehnya dan di setujui Dzahabi.
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ ظَلَمْتُ نَفْسِيْ ظُلْمًا كَثِيْرًا،وَلاَ يَغْفِرُالذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ،فَاَغْفِرْلِيْ مَغْفِرَةً
مِنْ عِنْدِكَ،وَارْحَمْنِيْ،إِنَّكَ أَنْتَ اْلغَفُوْرُالرَّحِيْمُ.
“Ya Allah, aku telah banyak melakukan ke dzoliman kepada diriku sendiri dan tidak ada yang dapat mengampuni semua itu kecuali engkau,.oleh kerena itu,berilah aku pengampunan dari sisi-Mu dan kasihanilah aku.sesungguhnya Egkau Maha Pengmpun.Dan Maha pengasih.
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ مِنَ اْلخَيْرِكُلِّهِ(عَاجِلِهِ وَاَجِلِيْهِ)،مَاعَلِمْتُ مِنْهُ وَمَا لَمْ أَعْلَمْ، وَأَعُوْذُبِكَ مِنَ اْلشَّرِّكُلِّهِ(عَاجِلِهِ وَاَجِلِيْهِ)، مَاعَلِمْتُ مِنْهُ وَمَا لَمْ أَعْلَمْ،وَأَسْأَلُكَ
(وَفِيْ رِوَايَةٍ؛ اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ)اْلجَنَّةَ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْعَمَلٍ
،وَأَعُوْذُبِكَ مِنَ النَّارِوَمَاقَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْعَمَلٍ، وَأَسْأَلُكَ(وَفِيْ رِوَايَةٍ؛ اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ) مِنَ(اْل)خَيْرِمَاسَأَلَكَ عَبْدُكَ وَرَسُوْلُكَ(مُحَمَّدٌ، وَأَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّمَااسْتَعَاذَكَ مِنْهُ عَبْدُكَ وَرَسُوْلُكَ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ)(أَسْأَلُكَ)
مَاقَضَيْتَ لِيْ مِنْ أَمْرٍأَنْ تَجْعَلَ عَاقِبَتَهُ(لِيْ)رُشْدًا
“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu,segala kebaikan (di dunia dan di akhirat)yang aku ketahui atau yang tidak aku ketahui.aku berlindung kepadamu dari segala keburukan(di dunia dan keburukan di akhirat) yang aku ketahui atau yang tidak aku ketahui. Aku memohon surga kepada-Mu dan semua cara yang mengantarkan ke sana, baik ucapan atau perbuatan. aku berlindung kepada-Mu dari siksa neraka dan semua jalan yang mengantarkan ke sana, baik ucapan atau perbuatan.,kebaikan dari semua yang di minta oleh hamba-Mu dan Rosul-Mu,(Muhammad saw).(Aku berlindung kepada-Mu)dari segala keburukan yang hamba-Mu dan Rasul-Mu(Muhammad saw),telah memohon kepada-Mu untuk di lindunginya. Aku memohon surga kepada-Mu, agar engkau menjadikan akhir segala perkara yang telah Engkau tetapkan untuk-Ku baik (bagiku).”HR,Ahmad,Thayalisi,Bukhari, dalam AL-Adabul Mufrad,ibnu Majah dan Hakim,disahkan olehnya dan disetujui Dzahabi,Ash-shahihah no;1542.
Do’a sebelum salam
اَللَّهُمَّ اغْفِرْلِيْ مَا قَدَّمْتُ،وَمَا أَخَّرْتُ،وَمَا أَسْرَرْتُ، وَمَا أَعْلَنْتُ، وَمَا أَسْرَفْتُ، وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ،أَنْتَ اْلمُقَدِّمُ،وَأَنْتَ اْلمُعَخِّرُ،لاَإِلَهَ إِلّاَ أَنْتَ.
Ya allah,ampunilah segala dosa-Ku pada masa lalu dan akan datang,yang aku lakukan dengan sembunyi-sembunyi atau yang aku lakukan dengan terang-terangan dan apa saja perbuatan-Ku yang berlebihan,dan dosa-dosa lain yang Engkau lebih tau daripadaku. engkaulah yang terdahulu dan engkau yang terkemudian,tidak ada Tuhan kecuali Engkau.”HR,Bukhari dan Abu ‘awnah.
Mengucapkan salam
وَتَحْلِيْلُهَا(يَعْنِى؛التَّسْلِيْمُ
“...mengakhiri shalat dengan mengucapkan salam.”Disahkan oleh Hakim dan Dzahabi.
كَانَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُسَلِّمُ عَنْ يَمِنِيْهِ؛اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُاللَّهِ(حَتَّى يُرَى بَيَاضُ خَدِّهِ اْلأَيْمَنِ)،وَعَنْ يَسَارِهِ؛ اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُاللَّهِ(حَتَّى يُرَى بَيَاضُ خَدِّهِ الأَيْسَرِ.
Nabi saw,mengucapkan salam dengan berpaling kearah kanan seraya mengucapkan Assalaamu ‘Alaikum wa rahmatullaah.(sehingga terlihat pipi kanannya yang putih )dan berpaling ke kiri seraya mengucapkan assalamu ‘alaikum wa rahmatullaah.(sehingga terlihat pipi kirinya yang putih).
كَانَ إِذَا قَالَ عَنْ يَمِيْنِهِ؛السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ،اِقْتَصَرَ-أَحْيَانَا-عَلَى قَوْلِهِ عَنْ يَسَارِهِ؛السَّلَامُ عَلَيْكُمْ،وَأَحْيَانًا,,كَانَ يُسَلِّمُ تَسْلِيْمَةً وَاحِدَةً،(السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ)
(تِلْقَاءَوَجْهِهِ،يَمِيْلُ إِلَى الشِّقِّ اْلأَ يْمَنِ شَيْئَا)(أَوْقَلِيْلاً).
Ketika berpaling ke kanan beliau tekadang mengucapkan;’”assalaamu ‘alaikum wa rahmatullaah” dan ketika ke kiri hanya mengucapkan”assalaamu ‘alaikum”.terkadang beliau mengucapkan salam sekali saja dengan ucapan; “(assalaamu ‘alaikum)”(dengan sedikit memalingkan wajahnya kekanan.”HR,Nasa’i,Ahmad,dan siraj dengan sanad shahih.dan “HR,ibnu khuzaimah,baihaqi,Adh-Dhiya’,Abdul Ghani Al-maqdisi.Ahmad,Thabarani,Baihaqi,dan Hakim, disahkan olehnya disetujui Dzahabi serta ibnu mulaqqan.baca irwa’ Hadits no;327.
1. Merangsang syaraf dan memperkuat pandangan mata,memperkuat pendengaran,memperkuat peredaran darah ke dalam otak dan memperkuat peredaran darah kedalam organ dalam.
Terima kasih kawand sudah membaca...!!
Manfa’at garakan sholat
dan sempatkan untuk membaca yang lainnya ya kawand..!!!!
masih 0 Tanggapan untuk Manfa’at garakan sholat
Posting Komentar
__::jangan lupa baca bismilah truz tinggalkan jejak yach::__
......boleh berkomentar bebas, tapi dilarang menyinggung orang lsen.......
<<<<<>>>>>>