
10 kaidah
Menuju istiqomah
Istiqomah, sebuah perkara yang sangat di dambakan Setiap muslim.
Karena hanya dengan istiqomah di atas iman dan islam hingga ahir hsyst,
Seorang hamba akan menuai kebahagiaan yg haqiqi di dunia dan di akhirat.
Berikut ini sepuluh kaedah menuju istiqomah,mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua..........
Pertama
Saudaraku seiman, perlu diketahui bahwasanya istiqomah
Semata-mata merupakan karunia dari Allah. Dia memberi petunjuk kepada jalan yang lurus, bagi siapa saja yang di kehendaki.Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan Allah mengajak (manusia) ke Darussalam (Surga) dan memberikan petunjuk kepada orang yang dia kehendaki ke jalan yang lurus”
(QS.YUNUS: 25).
Bahkan tidak kurang dari 17 kali dalam sehari semalam,kita memohon istiqomah melalui ayat dalam AL Fatehah.”ihdinash shirothal mustaqim”.jika seseorang hamba meyaqini hal ini, maka ia akan mengikatkan hatinya kepada Allah Ta’ala,dengan
Senantiasa berdoa agar diberikan istiqomah dalam menaati perintah-nya dan menjauhi larangan-nya.
Ke dua
Ketahuilah bahwasanya istiqomah yaitu komitmen di atas jalan Allah ta’ala. Dia berfirman ( Yang artinya),”Dan bahwa (yang kami perintahkan) ini adalah jalan-ku yang lurus, maka ikutulah dia,dan janganlah kamu mengikuti jaan-jalan yang lain,karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan –nya.”QS.AL- An’am: 153).
Ke tiga
Ketahuilah bahwasanya istiqomqh yang paling pokok ialah istiqomnya hati.jika hati seorang hamba istiqomah maka anggota badan yang lain pun akan istiqomah. Diriwayatkan dari shahabat Anas raddhiyallahu ‘anhu secara marfu’, “Tidak akan istiqomah (dengan sempurna ,pent) keimanan seorang hamba sampai hatinya istiqomah ,dan hati seorang hamba tidak akan istiqomah sampai lisannya bisa istiqomah .”(HR.Ahmad). terdapat ungkapan pula dalam bahasa arab,Al mar’u bi asghoroihi, seseorang itu tergantung dengan dua anggota tubuh kecilnya,yaitu hati dan lisan.
Ke empat
Ketahuilah bahwasanya istiqomah yang dituntut yaitu as saddad, yaitu berusaha memaksimalkan kemungkinan untuk menjalankan sunnah Nabi shalallahu ‘alahi wasallam dengan sebaik-baiknya. Apabila kiti tidak mampu. Maka berusahalah untuk mendekati sunnah tersebut. Sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Waqaaribu wasaddidu”
(HR. MUSLIM). Yaitu maknanya berusahalah semaksimal mungkin dalam menetapi suatu amalan,namun jika tidak mampu maka minimal berusahalah untuk mendekati hal tersebut (yaitu mengerjakanya dengan sedikit namun kontinyu-pen).
Ke lima
Istiqomah itu berkaitan dengan perkataan, perbuatan, dan juga niat.Artinya seluruh anggota tubuh kita dituntut agar selalu istiqomah. Lantas bagaimana upaya kita untuk mencapainya? Jawabannya terdapat dalam sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,”Ketahuilah, sesungguhnya di dalam tubuh manusia itu, terdapat sekerat daging yang apabila baik, maka baik pula seluruh tubuhnya,dan jika rudak,maka rusak pula seluruh tubuhnya. Ketahuilah, sekerat daging itu ialah hati.”HR. Bukhori dan muslim).diriwayatkan dari shahabat Abu Sa’id Al Khudry, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”jika anak adam memasuki waktu pagi,maka seluruh anggata tubuhnya berpesan kepada lisan seraya berkata,’Bertaqwalah kepada Allah kerena kami bergantung padamu. Jika engkau lurus,kamipun ikut lurus, dan jika engkau bengkok, maka kamipun ikut bengkok.”(HR.Tirmidzi).
Sesungguhnya seluruh ‘amal perbuatan kita hanya mengikuti hati dan lisan kita,jika hati dan lisan kita baik,maka seluruh anggata tubuh akan baik pula. Maka perhatikanlah hal ini, saudaraku.
Ke enem
Istiqomah harus dilakukan lillah, billah, wa ‘ala amrillah. Lillah yaitu dilakukan ikhlas kerena Allah Ta’ala, semata-mata mengharap ridzo Allah Ta’ala ( yang artinya).”Maka istiqomahlah kalian kepada-nya.”(QS.Fusilat: 6).Allah memerintahkan kita untuk istiqomah, yang artinya bahwa istiqomah termasuk bagian dari ibadah. Ibadah tidak akan diterima melainkan dengan ikhlas. Billah, bahwasanya istiqomah hanya dapat dilakukan dengan mengharap pertolongan dari allah ta’ala.
Oleh karena itu sebelum kita meminta istiqomah, terlebih dahulu kita meminta pertolongan Allah,”iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in” Hanya kepadaMU-lah kami memohon pertolongan.Allah Ta’ala juga berfirman,”Maka sembahlah Dia, dan bertawakkallah kepada-nya,”(QS.Hud: 123) perintah untuk senantiasa memohon pertolongan kepada Allah Ta’ala. Terakhir, ‘ala ‘amrillah, harus sesuai dengan syariat Allah. “Maka istiqomahlah kamu,sebagaimana apa yang telah di perintahkan kepadamu”(QS. HUD ;112).
Ke tujuh
Seseorang yang mampu mencapai derajat istiqomah, tidak boleh merasa hebat,dengan ‘amalanya, dan ujub,(bangga). Namun hendaknya ia senantiasa bersandar kepada Allah, bersungguh-sungguh, dan berharap kepada Allah agar amalan-amalannya diterima. “Dan orang-orang yang memberikan apa yang mereka telah berikan, dengan hati yang takut,( karena mereka tau bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada rabb mereka.”(QS.AL-Mu’minun ; 60).Dalam ayat ini Allah katakan bahwa setelah orang-orang mu’min tersebut beramal shalih, justru hati mereka merasa takut, yaitu takut jika amalan mereka tidak diterima oleh Allah Ta’ala.
Ke delapan
Barangsiapa yang Allah beri petunjuk untuk istiqomah selama di dunia, maka Allah akan memberinya istiqomah pula ketika melewati ash-shirath, yaitu jenbatan yang di bentangkan di atas permukaan api neraka. Sesuai dengan kadar istiqomahnya ketika melewati jembatan tersebut. Maka kemampuan setiap orang berbeda-beda tatkala melewati ash-shirath, ada yang melesat seperti petir, ada yang seperti angin, kuda, onta, dalam keadaan berlari,berjalan, bahkan ada yang terlempar kedalam api neraka.
Oleh karena itu saudaraku,ingatlah bahwa hasil jerih payah kita selama di dunia untuk istiqomah akan terganjar di akherat kelak. Semakin kita mampu untuk istiqomah dalam melewati ash-shirath kelak.
Ke sembilan
Bahwasannya hal-hal yang dapat menghalang seseorang dari istiqomah ada dua, yaitu; syubhat dan syahwat. Syubhat berkaitan dengan aqidah dan pemikaran yang menyimpang, dan syhwat; berkaitan dengan hawa nafsu. Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan “Rasulullahu membuat garis dengan tangannya lalu bersabda,’ini adalah jalan Allah yang lurus.’ Lalu beliau membuat garis-garis di kanan kirinya, kemudian bersabda, ‘ini adalah jalan-jalan yang sesat tak satupun dari jalan-jalan ini kecuali di dalamnya terdapat syaithon yang menyeru kepadanya.” (HR. Ahmad dan Nasa’i,shahih). Garis-garis di kanan kiri itulah syubhat dan syahwat yang selalu menghalang-halangi seseorang dari istiqomh. Oleh karena itulah kita harus waspada terhadap kedua hal ini. Semoga Allah senantiasa memberi kita kemampuan untuk menjauhi penyakit syubhat dan syahwat.
Ke sepuluh
Diantara bentuk keluar dari istiqomah ialah; tasyabbuh ( meniru-niru) kaum yahudi dan nasrani. Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma dia berkata, “Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,’Barang siapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk darinya”.(HR.Abu Daud, shahih). Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda; “Niscaya kamu akan mengikuti tradisi orang-orang sebelum kamu sejengkal, sehasta demi sehasta, sampai sekiranya mereka masuk kedalam lobang dhob(sejenis biawak) tentu kamu akan mengikuti mereka”(HR. Bukhari dan muslim).
Hal ini menunjukkan betapa “bersemangtnya” kaum muslimin dalam mengikuti tradisi kaum yahudi dan nasrani. Oleh karena itu ketika kita membaca surat Al-Fatihah,”Tunjukilah kami jalan yang lurus, ( yaitu) jalan orang-orang yang telah engkau beri nikmat kepada mereka,;bukan (jalan) mereka yang di murkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.”(QS. AL-fatihah ; 6-7). Ketahuilah bahwasanya orang-orang yang dimurkai ialah kaum yahudi,dan orang-orang sesat ialah kaum nasrani.
Kaum yahudi dimurkai karena mereka memiliki kitab,memiliki ilmu,namun tidak di amalkan. Sedangkan kaum nasrani dimurkai karena mereka ahli ibadah,namun tanpa di iringi dengan ilmu hingga terjerumus dalam bernagai bentuk tata cara ibadah yang tidak di syariatkan oleh Allah Ta’ala.(lihat Tafsir ibnu katsir). Oleh karena itu diantara bentuk menghindari tasyabbuh dengan kedua golongan tersebut, ialah ber ilmu dengan mengamalkan ilmu tersebut. (diringkas dari ceramah syeikh Abdurrazzaq bin Abdil Muhsin AL-Badr, yang di terjemahkan oleh Ustadz Firanda Andirja,Lc.,MA hafizhahumallahu ta’ala, dengan penambahan dari makalah ustadz Muhammad Nur ihsan, MA “sepuluh kaidah Menuju istiqomah”)( yhouga Ariesta”)
Terima kasih kawand sudah membaca...!!
kaidah Menuju istiqomah
dan sempatkan untuk membaca yang lainnya ya kawand..!!!!
masih 0 Tanggapan untuk kaidah Menuju istiqomah
Posting Komentar
__::jangan lupa baca bismilah truz tinggalkan jejak yach::__
......boleh berkomentar bebas, tapi dilarang menyinggung orang lsen.......
<<<<<>>>>>>