f FITOTERAPI 1 (O-MEGA 3, SPIRULINA, dan MADU) | IZTAR HERBALIS MUSLIM

CARI DI BLOG INI

FITOTERAPI 1 (O-MEGA 3, SPIRULINA, dan MADU)

Beranda Selasa, Juni 21

O-Mega 3
                  O-Mega 3 dihasilkan dari ikan tenggiri biru segar yang didatangkan khusus dari Lautan Arktik Kutub Utara. Ikan ini mempunyai kadar O-Mega 3 yang tertinggi dibanding ikan-ikan laut lainnya.
2.1.1    Kandungan Bahan Aktif dan Kegunaan O-Mega 3
                  O-Mega 3 merupakan nutrisi tambahan yang mengandung asam lemak O-Mega 3 (EPA: Eicosa Pentaenoic Acid, DHA: Docosa Hexaenoic Acid, dan LLA: Linolenik Acid), asam amino kompleks, vitamin dan mineral.
            EPA dapat mencegah:
-          Kanker.
-          Trombositosis (pembekuan darah).
-          Atheroskeloris (pembekuan lemak dalam saluran darah).
-          Plasma lipid yang berlebihan.
-          Penyakit jantung.
DHA berfungsi:
Membantu meningkatkan daya imajinasi atau daya ingat pikiran.
            Keunggulan O-Mega 3 HPA:
            -     Mengandung kadar mineral dan vitamin yang tinggi.
            -     Mengandung protein yang tinggi.
            -     Lebih mudah diserap oleh tubuh.
            -     Sesuai untuk perkembangan otak anak-anak, dan membantu anak yang dilahirkan menjadi sehat, cerdas dan pintar.
            -     Baik untuk ibu hamil atau selepas bersalin.
            -     Terdapat mikro nutrien yang baik.
            -     Meningkatkan kesuburan lelaki dan wanita (untuk pasangan yang belum memiliki keturunan, dikonsumsi selama 3 hingga 4 bulan).
            -     Baik untuk masalah kardiovaskular (terdiri daripada jantung dan saluran jantung, meliputi: darah, jantung dan pembuluh darah).        
            Manfaat lain dari O-Mega 3:
            -     Mencegah radang sendi (Rhematoid arthritis).
            -     Mencegah asma.
            -     Mencegah serangan kanker (payudara, usus, pankreas, prostat).
            -     Mencegah penyakit kulit,migrein,kesemutan,dingin di kaki dan tangan, dll.
            -     Menjaga penglihatan agar senantiasa cerah.
            -     Mencegah dari sakit jantung akibat penyumbatan (Artherosklerosis) dan darah tinggi.





2.2       Spirulina
                  Spirulina terbuat dari jenis ganggang hijau biru (Arthospira) yang sejak puluhan tahun ini dijadikan makanan kesehatan melalui penelitian yang dilakukan para ahli di seluruh dunia. Warna hijau yang terdapat pada tumbuhan ini menunjukkan kadar kandungan klorofil yang berfungsi sebagai pencuci toksid (racun) dalam badan. Warna biru menunjukkan adanya Fe yang dibutuhkan untuk pembentukan darah.
2.2.1        Kandungan Bahan Aktif dan Kegunaan Spirulina
a.      β – Karoten
Jika kita bicara tentang β – karoten berarti kita membicarakan tentang carrot atau wortel (lobak merah), dimana Spirulina mengandung 10 kali lipat  β–karoten melebihi wortel. Dalam 100 gm Spirulina terdapat 23000 IU sedangkan keperluan tubuh terhadap vitamin A (β – karoten) dalam satu hari hanya sekitar 5000 IU saja.
      Vitamin A yang tinggi jika diambil berlebihan akan menjadi toksid. Hal ini berbeda dengan β – karoten yang terdapat dalam Spirulina. Ia lebih aman sebab tubuh manusia akan menukarkan β – karoten menjadi vitamin A hanya apabila diperlukan saja.
      Β – karoten diperlukan untuk penglihatan dan mempunyai kesan terapiutik termasuk mengurangkan kolesterol, resiko kanker paru-paru, tekak, perut, usus, payudara, dan servik.
b.   Zat Besi
      Zat besi diperlukan untuk pembentukan sel darah merah dan sistem immune. Dewasa ini kandungan zat besi dalam tubuh manusia semakin berkurang terutama pada wanita, anak-anak dan orang tua. Kekurangan zat besi akan menyebabkan timbulnya penyakit anemia (kekurangan darah). Seorang perempuan yang mengkonsumsi kalsium secara berlebihan yang dibeli dari apotik atau toko-toko obat yang tersebar di masyarakat akan menyebabkan kekurangan penyerapan zat besi.
      Spirulina mengandung zat besi yang tinggi. Zat besi Spirulina mudah diserap oleh tubuh manusia karena pigmen birunya yang dikenal sebagai phycocyanin. Zat besi Spirulina dua kali lipat lebih mudah diserap dibandingkan dengan zat besi yang terdapat dalam sayur-sayuran dan daging.
  1. Protein
                  Protein yang terdapat pada hewan bisa menjadi penyebab timbulnya kanker. Sebaliknya protein dari tumbuh-tumbuhan berfungsi sebagai pencegah kanker terutama kanker payudara, prostat, sakit jantung, diabetes dan simptom menopause.
                  Spirulina mengandung 65% protein lebih tinggi dari semua makanan alami. Selain itu juga mengandung vitamin, mineral, dan nutrien lain. Sebagai perbandingan protein dalam kacang soya (kedelai) cuma 35%.
                  Kelebihan lain yang terdapat pada protein Spirulina ialah kemampuan serapan protein tersebut. Spirulina tidak mengandung selulosa dalam dinding selnya. Ia terdiri daripada muko poli-sakarida lembut dan mudah dicernakan yaitu 85%-95%. Ia amat baik terutama pada orang-orang tua yang terdapat masalah pencernaan protein dan juga pada anak-anak yang kurang zat makanan.
                  Spirulina mengandung hanya 5% lemak berbeda dengan kebanyakan sumber protein dan juga rendah kalori. Dalam 10 gr Spirulina hanya mengandung 36 kalori dan hampir tidak ada kolesterol, sementara sumber protein yang lain mengandung lemak, kalori, dan kolesterol yang tinggi.
  1. Manfaat lain Spirulina
      Selain kegunaan seperti disebutkan di atas, berdasarkan penelitian para ilmuwan kesehatan, Spirulina diyakini juga memiliki manfaat sebagai berikut:
Ü  Meningkatkan aktifitas anti virus.
Ü  Menurunkan resiko serangan kanker.
Ü  Meningkatkan daya tahan tubuh.
Ü  Mengurangi keracunan pada ginjal.
Ü  Meningkatkan jumlah mikroba lactobacillus yang terdapat dalam usus.
Ü  Mempercepat penyembuhan luka.
Ü  Mengatasi masalah kekurangan zat atau mineral.
Ü  Mengurangi penderitaan akibat radiasi.
Ü  Mengurangi imbalance hormon.




2.3       Madu Asli
            Madu merupakan salah satu obat di antara dua obat (penyembuh) yang disebutkan Rasulullah saw dalam hadistnya:
“Gunakanlah dua penyembuh; Madu dan Al Qur’an”
(HR. Ibnu Majah dan Al Hakim)
      Dalam hadist yang lain Rasulullah saw bersabda:
“Pengobatan itu ada tiga macam: minum madu, berbekam dan kay dengan besi panas, tetapi aku melarang umatku berobat dengan kay.” (HR. Bukhari)
      Begitu pula Allah swt dalam Al Qur’anul Karim surat ke-16 An-Nahl ayat 69 juga menyatakan:
“…Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.” (QS. An-Nahl: 69)
                  Pada masa sekarang telah banyak dilakukan penelitian di berbagai belahan dunia yang menyatakan bahwa madu merupakan obat yang ajaib, dapat menyembuhkan orang dari berbagai penyakit. Dr. Abdul Aziz Ismail, menyatakan bahwa madu adalah suatu senjata dokter yang dapat digunakan untuk melawan penyakit. Madu merupakan makanan bergizi yang menimbulkan kekuatan dan membunuh racun yang datang dari luar dan dalam tubuh.
            Pada tahun 1954, Dr, Julia Carison melakukan percobaan dengan babi hutan yang mengalami sakit di pergelangan dan persendian tulang. Pada tahun 1956, di sebuah rumah sakit Inggris, Nur Folk, madu lebah digunakan untuk menutupi luka dan menghilangkan bekas-bekas luka tersebut. Madu dapat berfungsi untuk merangsang pembentukan jaringan baru.
            Dr. W.G. Sackett, seorang ahli bakteri dari Akademi Pertanian Colorado, AS menemukan bahwa madu dapat menghambat serta membunuh bakteri penyakit. Kuman penyebab tifoid mati dalam 48 jam. Basil serupa yaitu typhosus A dan B mati dalam 24 jam. Sejenis mikroba organisme di dalam tinja dan air, mati dalam 5 jam. Bakteri penyebab bronkho pneumonia mati pada hari ke-4, bersamaan dengan matinya bakteri penyebab peritonitis, pleuritis dan pembengkakan supuratif. Percobaan ini di uji kembali oleh Dr. A.P. Sturtevant, bacteriologist pada Biro Entomology, Washington, DC.
2.3.1        Kandungan Madu
a.      Mengandung banyak vitamin
Serbuk sari kebanyakan bunga mengandung vitamin C yang cukup tinggi daripada jenis sayuran dan buah-buahan. Madu mengandung serbuk sari, oleh karena itu ia mengandung vitamin C yang tinggi. Madu merupakan media yang baik bagi banyak vitamin. Hal ini tidak sama dengan buah dan sayuran. Contohnya bayam, yang akan kehilangan 50% kadar vitamin C dalam waktu 24 jam setelah dipetik.
Menurut DR. Hj. Jamnul Azhar seorang pengajar Universitas Al-Azhar Mesir, madu mengandung vitamin B1 yang bisa mencegah penyakit beri-beri; vitamin B2 yang bisa mencegah penyakit Scuri; vitamin B3 yang bertindak sebagai antiseptik dan mencegah penyakit ketuaan yang datang sebelum masanya; vitamin B6 yang sangat penting bagi pencernaan makanan dan mencegah anemia serta vitamin A yang bisa berfungsi mencegah penyakit rabun malam.
b.      Memiliki enzim pencernaan
            Invertase dan amylase merupakan enzim yang terdapat di dalam madu. Kedua enzim tersebut berfungsi melakukan proses pencernaan. Hal ini berbeda dengan gula tebu dan pemanis lain yang memerlukan inverse dalam saluran pencernaan melalui sejenis enzim agar bisa diubah menjadi gula sederhana. Madu dapat dengan mudah dicerna karena dua enzim yang terdapat di dalamnya, serta telah dicerna oleh kelenjar liurnya, mengubah gula dalam sari bunga menjadi gula sederhana; levulosa dan dextrosa.
c.       Mengandung mineral
                  Zat besi, tembaga, potassium, silicon, klor, kalsium, sodium, fosfor, magnesium, dan alumunium merupakan mineral yang ada di dalam madu lebah. Seluruhnya diambil dari tanah dimana bunga itu tersebut tumbuh. Oleh karena itu kadar mineral dari setiap madu berlainan tergantung dari tanah tanaman tersebut.

2.3.2        Kelebihan Madu dibandingkan dengan Gula
                  Madu mempunyai rasa yang lezat, bau yang menyegarkan serta memiliki nilai pengobatan yang tinggi. Madu bisa memperpanjang umur (membuat awet muda), berbeda dengan penggunaan gula biasa atau makanan harian lainnya. Di antara kelebihan madu dibandingkan dengan gula biasa adalah sebagai berikut:
§  Tidak mengiritasi saluran pencernaan.
§  Mudah dan cepat diasimilasi.
§  Cepat memenuhi permintaan tenaga dalam waktu singkat.
§  Mudah ditangani oleh ginjal.
§  Mempunyai efek laksatif ringan dan sifatnya alamiah.
§  Memiliki efek sedative.
      Perbedaan rasa yang terdapat pada madu disebabkan karena berlakunya perbedaan iklim, tempat dan musim di mana madu tersebut dihasilkan. Cuaca, udara, bunga dan tanah juga memainkan peranan pada jenis warna dan rasa madu karena berbedanya jenis madu yang dihisap dari bunga yang berbeda.
      Warna madu adalah jernih menyerupai kejernihan warna air hingga menjadi pekat kekuningan. Prof. H.A Schuette, menyatakan bahwa madu yang berwarna gelap disebabkan karena kandungan tembaga dan besi yang lebih banyak dibandingkan dengan madu yang berwarna lebih cerah.
      Madu yang baik (madu asli) memiliki kadar air yang kurang dari 20%. Madu yang berasal dari bunga tanaman kurma, pohon tin dan pohon zaitun memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan pohon-pohon lainnya. (Tn. Hj. Ismail bin Hj. Ahmad)
2.3.3        Madu dan Penggunaannya dalam Pengobatan
a.      Sebagai makanan bayi
Dewasa ini banyak ibu yang tidak mampu menyusui bayi mereka dengan baik. Oleh karena itu untuk pemenuhan air susu sebagai bahan makanan, dilakukan penggantian dengan menggunakan susu sapi yang telah ditambah pemanis. Gula yang paling sering dipakai adalah glukosa dan dextromaltosa. Hal ini dapat menyebabkan permasalahan pada pencernaan bayi yang masih belum sempurna.
Madu adalah pemanis yang paling menonjol. Sebagian besar bayi dapat menerima dan selain sebagai tambahan pemanis, madu juga mengandung mineral, protein, daya antiseptik, laksatif ringan dan aroma yang enak.
Penelitian yang dilakukan oleh Dr. Haycak dan Dr. M.C. Tanquary dari Universitas Minnesota dan Dr. Schultz dari Bagian Anak Universitas Chicago, menyatakan bahwa madu diserap lebih cepat dari berbagai jenis gula yang lain. Madu lebih mudah diserap karena adanya dextrosa, sedangkan levulosa menjadi sesuatu yang lebih lambat diserap dan lambat masuk peredaran darah, sehingga mampu menjaga kadar gula darah.
b.      Penahan eneuresis (ngompol)
Madu dengan sifat hidroskopisnya mampu untuk melakukan penyerapan dan pengentalan uap lembab udara. Levulosa  dalam madu dapat menarik uap gula manapun dengan kuat. Hal ini juga berlaku bagi penyerapan dan pengentalan air di dalam tubuh, sehingga dapat menahan ngompol.

c.       Influenza dan selesma
Khasiat vitamin C adalah mempercepat pertumbuhan sel dan membantu melepaskan energi dalam melakukan gerakan. Madu akan membantu tubuh dalam penyiapan energi. Pada masa sekarang, madu digunakan untuk mengobati pasien yang batuk dengan menggunakan uapnya yang akan menembus ke segala penjuru system pernapasan yang akan mematikan kuman yang menyebabkan batuk, influenza dan selesma.
d.      Pengobatan TBC
      Zat yang ada diserum membantu tubuh untuk melakukan regenerasi sel, terutama kandungan mineralnya seperti magnesium, yodium, dan ferrum.
e.       Penanganan sakit jantung
Dr. G. Thomas menyatakan dalam majalah Lauset di Inggris: “Madu mempunyai pengaruh yang patut diperhatikan dalam memberi kelancaran kerja jantung dan memberi kekuatan kepada pasien yang kehilangan energi setelah serangan jantung. Madu juga berfungsi meredakan ketegangan saraf dan memudahkan tidur.”
DR. Hj. Jamnul Azhar bin Hj. Mulkan mengemukakan ada 40 jenis penyakit yang bisa disembuhkan (diobati) dengan madu. Berikut jenis-jenis penyakit yang diobati oleh madu tersebut:
           
1.   Anorexia nervosa 
21. Mengobati anemia
2.   Menghilangkan kelebihan kahak
22. Mengobati Crohn’s Disease
3.   Cepat menyembuhkan luka
23. Mengobati Ulserative Collitis
4.   Pelembut kulit
24. Mengobati penyakit saraf
5.   Antibiotik
25. Mengobati rheumatism
6.   Antiseptik
26. Mengobati sawan
7.   Memperbanyak susu
27. Mengobati penyakit kulit
8.   Mencegah osteoporosis (pengeroposan tulang)
28. Awet muda
9.   Mencegah serangan penyakit URTI
29. Menguatkan penglihatan
10. Mengobati selesma
30. Mengobati penyakit gout
11. Mengobati penyakit kering mulut
31. Menetralkan semua jenis racun
12. Mengobati ulser perut
32. Pencuci  mata yang baik
13. Mengobati ulser duodenum
33. Mempunyai kesan steril (digunakan dalam pembedahan)
14. Hepatitis
34. Menguatkan system peranakan perempuan
15. Mengobati Pharyngitis
35. Anti barah (Cytotoxic)
16. Mengobati Oesophagitis
36. Membersihkan system pernapasan
17. Mengobati Tracheitis
37. Menguatkan tulang
18. Mengobati Diphteria
38. Menguatkan darah
19. Mengobati jangkitan parasit
39. Menghilangkan batuk berkepanjangan
20. Mengobati Influenza
40. Menguatkan tenaga batin dan kekuatan mani.
(sumber: nota kuliah DR. Hj. Jamnul Azhar bin Hj. Mulkan)

Terima kasih kawand sudah membaca...!! FITOTERAPI 1 (O-MEGA 3, SPIRULINA, dan MADU) dan sempatkan untuk membaca yang lainnya ya kawand..!!!!

masih 0 Tanggapan untuk FITOTERAPI 1 (O-MEGA 3, SPIRULINA, dan MADU)

Posting Komentar

__::jangan lupa baca bismilah truz tinggalkan jejak yach::__

......boleh berkomentar bebas, tapi dilarang menyinggung orang lsen.......

<<<<<>>>>>>

-Kritik & Saran Disini-

WARNING...!!!

saya menulis blog ini hanya untuk berbagi ilmu dan pembelajaran semata harap digunakan dengan bijak, dan slalu berfikir positif..... bila ada phak yang merasa keberatan dengan blog saya kamu minta maaf sebesar-besarnya...




TERIMA KASIH..!!

..::TERLARIS::..

komentar terakhir

..::jumlah Visitor minggu ini::..

TOP-RATING
iztar herbalis muslim™. Diberdayakan oleh Blogger.
 
powered by FACEBOOK and IZTAR HERBALIS MUSLIM all rights reserved